Pangdam Sebut Kepulauan Kei Miliki Sejarah Penting Perjuangan Indonesia

by
Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Jeffry Apoly tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (17/03/2021). FOTO : PENDAM16

TERASMALUKU.COM,-Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin dengan didampingi Ibu Ketua Persit KCK PD XVI/Pattimura Ny. Arni Sukarni Rahawarin melakukan kunjungan kerja perdana ke luar daerah, ke wilayah Maluku Tenggara (Malra), Rabu (17/3/2021).

Dengan menggunakan pesawat komersil, Pangdam beserta rombongan tiba di Bandar Udara Karel Sadsuitubun Langgur, Desa Ibra yang disambut oleh Bupati Malra Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Walikota Tual Usman Tamnge dan Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold P Ritiauw serta Forkopimda Kota Tual.

Pangdam dan Wakil Walikota Tual, Rabu (17/3/2021).

Di Bandara, Pangdam yang putra Kepulauan Kei ini disambut dengan prosesi adat Kei Rinin (upacara pembersihan atau penyucian), pemasangan gelang adat dan pemberian kain tenun.

Malamnya, Pangdam beserta istri berkesempatan menghadiri kegiatan tatap muka dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat Kota Tual di Aula Balai Kota Tual.

Dalam sambutannya Pangdam mengatakan, Kepulauan Kei memiliki sejarah penting dalam perjuangan bangsa Indonesia, para pendahulu bangsa dari berbagai elemen bersatu untuk merebut kemerdekaan.

Untuk itu Pangdam mengajak semua pihak di Kei bersama-sama bekerja bergandengan tangan dalam satu ikatan yang kuat seperti dalam bahasa Kei “Ain ni Ain” (semua untuk satu saling menolong, saling mendukung, saling membutuhkan).

“Perbedaan-perbedaan jangan dijadikan sumber perpecahan, tetapi perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihan satu dengan yang lain,” tutur Pangdam.

Pada kesempatan yang sama Wakil Walikota Tual, Usman Tamnge mengatakan atas nama Pemerintah daerah Kota Tual dan masyarakat Evav mengucapkan selamat datang kepada Pangdam XVI/ Pattimura Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin dan rombongan di tanah Evav lebih khusus di kota Tual.

Ia menjelaskan stabilitas keamanan sangat penting untuk perlindungan dan pertahanan.  Secara geografis Kota Tual berada pada area zona kawasan kebebasan yang menyimpan potensi sumber alam dan kekayaan budaya Indonesia yang bisa sewaktu-waktu diganggu oleh negara tetangga atau negara lain.

“Oleh karena itu pemerintah Kota Tual mendukung terhadap master plan pertahanan keamanan dan penyediaan lahan untuk pembangunan Kodim Kota Tual, dan kiranya pembangunan Kodim tersebut dapat selesai sesuai rencana,” kata Wakil Walikota Tual.

Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada Pangdam XVI/Pattimura dan Istri oleh Wakil Walikota Tual, Usman Tamnge. (Pendam16)