Panglima TNI Minta Maaf Anggotanya Memukuli Polisi

by
Panglima TNI

JAKARTA-Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyesalkan pemukulan terhadap anggota Polresta Pekanbaru Bripda  YV oleh oknum TNI WS. WS tak terima ditegur karena tak menggunakan helm saat berkendara. “Sekali lagi atas kejadian tersebut saya mohon maaf,” kata Gatot di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Gatot menjelaskan, WS kini telah ditahan di Riau. WS diketahui mengalami masalah kejiwaan dan harus bolak-balik berkonsultasi ke rumah sakit  setiap pekan. Gatot menegaskan tak menoleransi tindakan anggotanya. “Kan diproses tapi dia sakit jiwa. Tapi tetap kita proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan gimana,” tegas dia.

Namun, WS tak serta merta dipecat. Harus ada proses hukum untuk menentukan tingkat pelanggaran personel. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto membenarkan kejadian pemukulan saat anak buahnya sedang menjalankan tugas.

Kejadian bermula saat Bripda YV berpatroli di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Ramayana. Bripda YV mencoba menegur WS ketika kendaraan keduanya beriringan.

“Diberitahu dengan baik agar sebaiknya mengenakan helm. Saat ditegur seperti itu, oknum TNI tersebut tak terima lalu berusaha mengejar Bripda YV dan menabrakkan motornya dari belakang. Bripda YV lalu berhenti karena terkejut,” terang Susanto.

loading...

Ketika berusaha memberitahu lagi dengan baik, jelas Susanto, oknum TNI tersebut justru memukul helm (kepala) Bripda YV sebanyak empat kali. Beruntung YV dapat mengendalikan diri dan tetap bersikap tenang. “Anggota kami tetap tenang dan tetap menjalankan tugas dengan tulus dan sesuai prosedur,” ujar dia.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Kapten Latif sebagai Kepala Tim (Katim) Intel Korem 033 Wirabima, Pekanbaru mendatangi Bripda YV. “Katim Intel Korem datang menemui anggota kami untuk meminta maaf terkait insiden tersebut,” ucap dia. (METROTVNEWS.COM)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *