PANTAS Luncurkan Program Pro Rakyat Ambon

by
Pasangan PANTAS berdialog dengan warga

AMBON- Pasangan bakal calon Walikota-Wakil Walikota Ambon 2017-2022, Paulus ‘Poli’ Kastanya – M.A.S Latuconsina atau PANTAS meluncurkan program pro rakyat yang berlangsung di Maluku City Mall (MCM) kawasan Tantui Kota Ambon, Sabtu (1/10). Program pro rakyat tersebut akan menjadi agenda penting pasangan PANTAS jika terpilih nanti.
Dihadapan undangan dan pengunjung MCM, Poli menyatakan kebijakan pemerintah lewat program kepemimpinan daerah harus berpihak kepada rakyat Kota Ambon. Program yang menurut PANTAS dapat menjawab kepentingan masyarakat Kota Ambon tersebut yakni, menciptakan lapangan kerja seluasnya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama 24 jam, dan mendorong pendidikan yang berkualitas. “Program yang berpihak kepada masyarakat sangat penting. Kami melihat kondisi pengangguran begitu tinggi di Kota Ambon. Untuk kedepanya kami akan menciptakan lapangan kerja seluasnya untuk menekan atau mengurangi angka pengangguran dan kondisi kemiskinan di Kota Ambon,” katanya.
Poli mengaku Ambon selain sentral ibukota provinsi, juga merupakan pusat pendidikan di Maluku. Artinya, setiap tahunnya perguruan tinggi (PT) di Kota Ambon menghasilkan tenaga kerja begitu besar. Para lulusan dari sejumlah PT di Kota Ambon ini sulit mencari lapangan pekerja baik secara formal maupun non formal. Keterbatasan secara formal dikarenakan kebijakan rekrutmen CPNS sangat terbatas, untuk itu butuh kebijakan dan perhatian dari pemerintah kedepan untuk menciptakan lapangan pekerjaan pada sektor non formal.
Ia menyatakan,jika terpilih memimpin Kota Ambon, telah menyiapkan kegiatan pelatihan lapangan pekerjaan dengan melibatkan sebanyak 5.000 orang. “Untuk menjawab masalah lapangan pekerjaan tersebut, maka kita akan lakukan pelatihan lapangan pekerjaan berbasis kreatifitas dengan melibatkan 5.000 orang untuk dilatih. Kemudian kebijakan lainnya adalah pengingkatan usaha mikro untuk para pengusaha sebanyak 500 KK. Anggarannya akan kami siapkan ini sebagai solusi dalam menyelesaikan pengangguran di Kota Ambon,”tuturnya.
Poli juga mengaku jika pelayanan kesehatan di Kota Ambon harus ditingkatan. Kedepan, harus ada layanan kesehatan selama 24 jam untuk masyarakat di Puskesmas (Pusat Kehatan Masyarakat). Pemkot juga akan menyedikan layanan kesehatan reproduksi gratis bagi perempuan dan remaja dan visum gratis terhadap korban KDRT.
Sementara menurut Sam Latuconsina, revitalisasi Pasar Mardika sangat penting dilakukan. Konsep pembenahan pasar bukan menggusur, tetapi memberikan fasilitas layak bagi pedagang dan juga pembeli. “Pasar Mardika harus direvitalisasi. Karena pasar merupakan tempat perjumpaan pedagang dengan pembeli, pedagang dengan pedagang maupun pembeli dengan pembeli. Artinya bahwa dalam kondisi pasar seperti itu, maka butuh perhatian serius kedepan guna memberikan fasilitas yang nyaman bagi para pedagang dan juga pembeli. Konsep kami tidak menggusur,” kata Sam.Ia mengaku, selama menjabat Wakil Walikota Ambon periode 2011-2016 setidaknya karakteristik dan problem Pasar Mardika sudah dikenalinya. Salah satu problem dalam menangani pasar dan terminal di Mardika adalah persoalan anggaran. Namun dengan dukungan PDIP dan delapan partai politik yang mengusung pasangan ini, Sam menyatakan kebijakan anggaran pasangan PANTAS kedepan akan jauh lebih mudah. “Salah satu problem dalam menangani pasar dan terminal di Mardika adalah persoalan anggaran, namun dengan didukung PDIP dan delapan partai politik lain, tentunya lobi-lobi anggaran secara politik dalam mengawal kebijakan pasangan PANTAS kedepan akan jauh lebih mudah. Dan untuk membangun pasar yang refresentatif tidak lagi hanya mengandalkan APBD tetapi juga kucuran dana dari Pempus,” katanya. ADI