Panwaslu SBT Gelar Seleksi Ulang Anggota  Panwascam Tiga Kecamatan

by
Sejumlah orang menggelar demo di Kantor Panwaslu SBT, memprotes proses seleksi anggota Panwascam di wilayah itu, Selasa (7/11). FOTO : LAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-BULA-Di tengah tahapan pembentukan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di 15  kecamatan se  Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar seleksi ulang anggota Panwascam di tiga kecamatan.

Tiga kecamatan itu yakni, Kecamatan  Tutuk Tolu, Kecamatan Wakate dan Kecamatan Pulau Gorom. Menurut Panwaslu SBT, seleksi ulang itu dilakukan karena sejumlah  peserta seleksi anggota Panwascam tidak memenuhi syarat kesehatan.

Namun keputusan seleksi  ulang itu diwarnai protes sejumlah pemuda. Mereka menggelar aksi demo di Kantor  Panwaslu SBT, Selasa (7/11). Pengunjukrasa menilai proses seleksi yang dilakukan tidak profesional dan menyalahi mekanisme yang diatur dalam Peraturan Bawaslu RI.

Dalam orasinya, seorang pengunjukrasa, M. Saleh Kafara menyatakan, pihaknya meragukan proses seleksi Panwascam yang dilakukan Komisioner Panwaslu SBT. Kafara  juga berencana menyampaikan poin-poin keganjalan proses seleksi tersebut ke Bawaslu Maluku dan Perwakilan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu  (DKPP) di Ambon.

“Poin-poin kejanggalan dalam proses seleksi anggota Panwascam akan kami laporkan ke Bawaslu Maluku dan DKPP. Keganjalan dalam proses seleksi yang dilakukan Panwaslu SBT itu mulai dari tahapan seleksi berkas, seleksi tertulis serta seleksi wawancara dan hasil enam  besar yang juga sampai saat ini belum diumumkan. Kami ragukan semua prosese ini,” kata Kafara.

Ketua Panwaslu SBT Syaifudin Rumbori, mengaku kaget adanya aksi protes atas seleksi  anggota  Panwascam di tiga kecamatan. Rumbori mengungkapkan,  pihaknya dalam melaksanakan tahapan perekrutan Panwascam  terbuka menerima tanggapan maupun masukkan dari masyarakat.  Namun lanjutnya,  sampai saat ini belum ada satu tanggapan atau  masukan dari masyarakat secara resmi kepada Panwaslu SBT atas seleksi Panwascam.

“Jujur secara pribadi saya juga bingung terhadap aksi yang dilakukan teman-teman ini. Setidaknya ada pernyataan sikap secara tertulis, sehingga kami bisa menindaklanjuti atau mengklarifikasi tuntutan aksi itu,” kata Rumbori.

Ketua Pokja Perekrutan Panwascam, Rosna Sehuwaki, menegaskan seleksi ulang anggota Panwascam di tiga kecamatan itu mengacu pada regulasi yang mengatur tentang perekrutan Panwascam. Menurutnya,  keputusan seleksi ulang itu  karena peserta seleksi anggota Panwascam  yang lolos  enam besar tidak memenuhi syarat uji kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa.

Bahkan menurut Resno,  empat  dari enam orang yang lolos tersebut  kurang sehat bahkan tidak sehat. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis kejiwaan yang melakukan pengujian.

“Kami tetap bersandar pada mekanisme regulasi dan Peraturan Bawaslu RI yang mengatur tentang perekrutmen Panwascam. Keputusan untuk seleksi ulang pada tiga kecamatan itu dikarenakan mereka yang lolos ke enam besar tidak memenuhi syarat uji kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa. Empat dari enam orang yang lolos itu kurang sehat bahkan tidak sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis kejiwaan yang melakukan pengujian itu,” katanya.(LAN)