PARIPURNA DPRD : Dukung Kemerdekaan RI, Maluku Masih Tertinggal di Usia 75 Tahun

by
Dari kiri, Wakil Gubernur Maluku, Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku, dan tiga Wakil Ketua DPRD Maluku saat memimpin rapat paripurna istimewa DPRD Maluku dalam rangka HUT Provinsi Maluku ke-75, Rabu (19/8/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury menegaskan kemiskinan masih melanda wilayah Provinsi Maluku meski sudah berusia 75 tahun. Provinsi Maluku masih mengalami ketertinggalan dalam berbagai aspek kehidupan, walaupun merupakan salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang mendukung kemerdekaan 17 Agustus 1945.

“Memaskui hari ulang tahun yang ke-75 ini, masih banyak problematika baik dalam bidang pembangunan, kemasyarakatan, dan kemanusiaan. Maluku masih tertinggal dari berbagai aspek,” kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury saat memimpin rapat paripurna istimewa DPRD Maluku dalam rangka HUT Provinsi Maluku ke-75.

Lucky didampingi Wakil Ketua DPRD Maluku Abdul Rasid Latuconsina, Wakil DPRD Maluku Asis Sangka, dan Wakil DPRD Maluku Melkianus Sardekut. Rapat paripurna istimewa ini dihadiri Gubernur Maluku, Murad Ismail, Wagub Barnabas Orno, Sekda Maluku Kasrul Selang serta sejumlah pimpinan SKPD dan tokoh agama Maluku.

Menurut politisi PDIP ini, masyarakat Maluku sudah cukup lama berada pada situasi dan kondisi yang tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia. “Kemiskinan masyarakat yang dialami Provinsi Maluku adalah jumlah angka pengangguran yang tinggi, rendahnya mutu pendidikan, dan pelayanan dasar yang masih jauh di bawah standar nasional,” ujarnya.

Lucky menegaskan masih ada ratusan ribu kepala keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni, serta terdegradasinya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, membuat masyarakat Maluku tertinggal. “Kalau kita tidak segera melakukan pembenahan diri menyongsong masa depan anak-anak cucu,  maka tidak akan terjadi kemajuan di segala bidang,” tegas Lucky.

Loading...

Sementara itu Gubernur Maluku Murad Ismail mengungkapkan sebagai orang Maluku harus menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, harta benda bahkan nyawa demi memperjuangkan Kemerdekaan NKRI.

“Sepantasnya kita mengenang kembali nama nama besar mereka seperti Thomas Matulessy, Martha Chirtina Tiahahu, Yohanes Latuharihari, Anthony Rebook, Said Perintah, dr Leimena, dan lainnya yang ikut berjuang melawan penjajahan,” kata Murad.

Dan melalui pengorbanan itulah Murad mengatakan, gerakan pemuda nyong Ambon dapat tampil mewakili Maluku sebagai salah satu dari delapan Provinsi yang membentuk NKRI saat Proklamasi 17 Agustus 1945. Pengorbanan tersebu, menjadi teladan sejarah yang tidak boleh dilupakan.

“Ini menjadi kewajiban kita selaku anak negeri di bumi raja raja untuk mengisi tahun tahun pembangunan Maluku bekerja dan berkarya agar di kenang anak cucu kita di Maluku,”kata Murad yang juga Ketua DPD PDIP Maluku ini.

Murad juga berharap, pemerintah, DPRD dan elemen masyarakat Maluku agar bergerak bersama guna mendorong pembangunan perbaikan Maluku pada bidang-bidang strategis. Yakni infrastruktur, jaringan transportasi antara daerah, pariwisata, perikanan, SDM, pertanian, pendidikan dan kesehatan.

Gubernur Murad menegaskan pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan serius di tengah ancaman krisis global.  “Ini merupakan realita, kita tidak boleh menyerah membangun Maluku yang berkelanjutan. Saya mengajak semua pihak dan DPRD sebagai mitra bersama membangun berkoordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat jajaran kementerian, BUMN dan stakehoolder berkontribusi bagi Maluku,”ujarnya. (NAIR FUAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *