Partai Perindo Yang Pertama Daftar Bacaleg di KPU Maluku

by
Ketua dan komisioner KPU Maluku berfoto bersama pengurus DPD Partai Perindo Provinsi Maluku yang mendaftarkan Daftar Calon Sementara (DCS) Anggota Legislatif di Kantor KPU Maluku, Senin (16/7/2018). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Maluku menjadi partai pertama yang menyerahkan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota Legislatif di Kantor KPU Maluku, Jalan Sultan Hassanudin Kota Ambon, Senin (16/7/2018). Ketua DPD Perindo Maluku M. Isa Raharusun datang bersama pengurus DPD dan diterima Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun dan komisioner lainnya. Raharusun menyerahkan DCS Perindo kepada Rifan.

Kepada wartawan usai menerima berkas Perindo Maluku, Rifan  mengatakan semua berkas Partai Perindo diterima secara utuh, tanpa ada masalah. Sebab berkas mereka telah memenuhi syarat  yang diminta. “Setelah diteliti, semua persyaratan Partai Perindo, mulai dari kuota 100 persen disetiap Dapil, dan keterwakilan 30 persen perempuan, serta syarat-syarat wajib lainnya sudah terpenuhi, “paparnya.

loading...

Namun, kata dia, dalam pendaftaran tersebut pihaknya belum bisa mengeluarkan surat tanda terima kepada Partai Perindo,  lantaran, semua berkas Perindo belum dimasukan ke dalam Aplikasi KPU yakni, Sistem Informasi Data Pencalonan (SILON). Pendaftaran Bakan Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) untuk bertarung di Pileg 2019 akan ditutup Selasa (17/7/2018).

“Semua berkas Perindo sudah lengkap, namun kami menerimanya hanya secara manual. Tapi surat tanda terima belum bisa dikeluarkan, sebab mereka belum submit semua data Pencalonan mereka ke SILON, jadi mereka harus submit dulu.  Sebab  tanda terima hanya bisa dikeluarkan dari Aplikasi SILON,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPD Perindo Maluku M. Isa Raharusun mengatakan, jika ada kekurangan dalam pendaftaran, itu hal yang biasa, sebab sebagai partai yang baru didalam pentas politik,  sudah pasti ada kekurangan saat mendaftar. “Kami sengaja memilih H-2 sebelum penutupan untuk mendaftar. Hal itu dilakukan untuk antisipasi berkas yang tidak lengkap agar bisa dilengkapi,”ujarnya. Mengenai masalah saat pendaftaran, Raharusun memastikan semua sudah bisa di Submit ke aplikasi KPU. (IAN)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *