Pasangan SATUHATI Batalkan Pencalonan di Pilkada Kota Ambon

by
Pasangan SATUHATI mendatangi Kantor KPU Kota Ambon Rabu (10/8)

AMBON-Pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon pada Februari  2017 ini tanpa pasangan  calon jalur perseorangan. Ini terjadi setelah pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon dari jalur perseorangan  Elsina Latuheru Syauta dan M. Azis Tunny,  dengan icon SATUHATI tidak melanjutkan proses penyerahan berkas syarat dukungan ke KPU Kota Ambon pada  Rabu (10/8)  pukul 16.00 WIT  yang merupakan batas akhir penyerahan berkas dukungan.

Pasangan SATUHATI  datang ke KPU  bersama sejumlah relawannya menyampaikan sehelai  surat ke KPU Kota Ambon  yang diterima ketuanya, Marthinus Kainama.  Sebelum menyerahkan surat, Elsina yang duduk berdampingan dengan   Azis menyatakan adanya perubahan Peraturan KPU RI yang begitu cepat tentang syarat dukungan calon perseorangan membuat mereka kesulitan memenuhi persyaratan.

Loading…

Elsina menyatakan, peraturan KPU RI terbaru yang mereka terima yakni pada Sabtu (6/8) saat KPU Kota Ambon membuka penerimaan calon perseorangan. Dalam peraturan itu disebutkan, surat  dukungan calon perseorangan selain foto copy KTP, juga harus dilampirkan tanda tangan dukungan bermaterai dari orang yang memberikan dukungan.

“Tidak mungkin dalam waktu singkat kami harus cari anak-anak muda yang selama ini mengumpulkan foto copy  KTP warga, kemudian menyuruh mereka mencari warga lagi untuk membuat pernyataan dukungan, ini yang sulit kami lakukan,” kata Elsina dihadapan komisioner KPU dan Panwaslu Kota Ambon.

Ia mengklaim  dukungan foto copy KTP sesuai peraturan yakni 8,5 persen sesuai DPT Pilres Kota Ambon sudah terpenuhi yakni lebih dari 23.000 lembar. Menurut Elsina, dalam surat yang mereka sampaikan  tersebut, jika KPU Kota Ambon memperbolehkan pihaknya menyerahkan berkas dukungan hanya berupa foto copy KTP, tanpa harus dilampirkan tanda tangan dukungan bermaterai dari orang yang memberikan dukungan, maka pihaknya akan melanjutkan penyerahan berkas dukungan ke KPU.

Namun jika tidak bisa, maka pasangan SATUHATI tidak akan melanjutkan proses selanjutnya. “Kami tidak melanjutkan proses ini  karena regulasi dari KPU RI  yang beruba-beruba,  bayangkan saja dalam sebulan ada tiga kali peraturan yang beruba, itu memberatkan kami,” katanya.

Elsina  menyatakan, kehadiran dirinya bersama Azis Tunny sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap masyarakat Kota Ambon yang telah memberikan dukungan, menyerahkan  foto copy KTP kepada keduanya serta menghormati proses di KPU.

Keputusan pasangan SATUHATI ini mengejutkan komisioner KPU Kota Ambon. Setelah menerima surat dari pasangan SATUHATI itu, Kainama kemudian mengskorsing rapat  dan melakukan konsultasi bersama Panwaslu Kota Ambon.

“Setelah berkonsultasi dengan  komisioner KPU lainnya dan Panwaslu, kami tetap berpatokan pada peraturan yang berlaku, penyerahan syarat dukungan harus sesuai aturan yang berlaku,” kata Kainama. Peraturan yang berlaku yakni  selain foto copy KTP, juga harus dilampirkan tanda tangan dukungan bermaterai dari orang yang memberikan dukungan.  Kainama juga menyatakan, prihatin atas kondisi ini. Padahal ia berharap SATUHATI bisa lolos agar ada calon perseorangan yang ikut bertarung dalam Pilkada Kota Ambon.

Azis Tunny juga menyatakan, dengan terpaksa mereka tidak melanjutkan penyerahan  berkas dukungan ke KPU Kota Ambon, karena regulasi KPU RI yang beruba-ruba dalam waktu singkat.

Pasangan SATUHATI juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Ambon, karena keduanya tidak bisa ikut dalam Pilkada Kota Ambon. KPU Kota Ambon kemudian mengeluarkan putusan Pasangan SATUHATI tidak memenuhi persyaratan sebagai calon dari jalur perseorangan di Pilkada Kota Ambon. ADI