Pasar Waiheru Segera Difungsikan

by
Pasar tradisional di Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan segera memfungsikan pasar  tradisional di Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Pasar yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015 ini diperuntukanbagi pedagang yang selama ini berjualan di sejumlah kawasan Jalan Laksdya Wattimena Waiheru termasuk di  depan SMK Negeri 3 Waiheru itu.

Pembangunan pasar tradisional Waiheru itu untuk mengatasi masalah gangguan lalulintas, karena selama ini pedagang berjualan hingga ke badan jalan dan mengganggu arus  lalu lintas di kawasan tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Pieter Leuwol kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (24/4) mengatakan, pembangunan Pasar  Waiheru telah rampung  dan dalam waktu dekat akan segera difungsikan untuk ditempati pedagang.

“Pembangunan pasar itu kan pada tahun 2015 sempat tertunda masalah tanah, tetapi telah diselesaikan. Kini pembangunannya telah selesai dan dalam waktu dekat, bulan depan (Mei) akan difungsikan. Ada ratusan pedagang yang telah terdata di kami  untuk menempati pasar tradisional di Waiheru itu,” kata Pieter.

Ia mengungkapkan, pasar tersebut dibangun menggunakan DAK tahun 2015 dengan menelan  anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Pembangunan  pasar  atas partisipasi dan dukungan pemerintah desa dan masyarakat Waiheru. “Sementara ini kita sedang melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar setelah peresmian  bisa menempati pasar tradisional ini.  Kita masih lakukan pendataan terhadap pedagang, kita upayakan untuk bisa ditampung seluruh pedagang yang ada,” jelasnya.

Kepala Bidang Perdagangan Kota Ambon, Lorina F. P Silooy menyebutkan, jumlah los pada pasar itu sebanyak 152 dan  10 kios. Pedagang yang terdata untuk menempatinya itu lebih banyak dari los dan kios di  pasar itu.  Ini terjadi  karena ada beberapa pasar yang juga direlokasikan ke Waiheru. Yakni, Pasar Cokro dengan jumlah pedagangnya 147, Pasar Perumnas Waiheru dan  pasar kaget yang terletak di depan pasar yang baru dibangun itu.

“Karena jumlahnya melebihi kapasitas yang ada pada pasar tradisional Waiheru, maka untuk menempatkan pedagang pada pasar itu harus melalui undian biar adil. Karena selama ini yang mengelola pasar di sana itu adalah Pemdes Waiheru,” ujar Silooy. Menurutnya pasar tradisional tersebut belum juga difungsikan karena pekerjaan  sumur air bersih belum rampung. Bila sudah rampung maka  pasar segera difungsikan. (IAN)