Pasca Gempa, Pelayanan Bandara Pattimura Tetap Normal

by
General Manager Bandara Pattimura Ambon Amirudin Florensius (tengah), Rabu (1/11) memberikan keterangan pers terkiat pelayanan bandara pasca gempa bumi mengguncang Ambon pada Selasa (31/10) malam. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Meski terjadi kerusakan di sejumlah faslitas Bandara Pattimura Ambon akibat gempa beruntun Selasa (31/10) malam, namun PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Pattimura Ambon memastikan pelayanan dan kegiatan operasional bandara tetap berjalan normal.

Keputusan manajemen untuk tetap mengoperasikan dan memberikan pelayanan seperti biasa diambil berdasarkan hasil damage assesment dan inspeksi terhadap fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) Bandara Pattimura Ambon yang dilakukan sejak terjadi guncangan gempa hingga Rabu (1/11) pagi.

“Berdasarkan assesment yang telah dilakukan dan kepercayaan penuh terhadap analisis dan prediksi yang dikeluarkan BMKG, kegiatan operasional dan pelayanan Bandara Pattimura Ambon tetap berjalan seperti biasa,” kata General Manager Bandara Pattimura Ambon Amirudin Florensius dalam keterangan pers di kantornya Rabu siang. Amirudin didampingi  General Manager Airnav Indonesia Cabang Ambon Dheny Purwo Hariyanto dan Kepala BMKG Stasiun Pattimura Sugeng Winarko.

Damage assesment merupakan tahap yang dilakukan setelah terjadi bencana alam, termasuk gempa, untuk menilai kelayakan fasilitas bandara untuk beroperasi. Tahap ini merupakan bagian dari prosedur Airport Disaster Management Plan (ADMP) yang dikembangkan Angkasa Pura I untuk mengantisipasi dampak bencana terhadap kegiatan pelayanan bandara dan pemulihannya.

Seperti diketahui gempa terjadi dengan pusat gempa kurang lebih 38 Km sampai 50 Km barat daya pulau Ambon antara pukul 18.31 WIT hingga 19.37 WIT dengan intensitas antara 5,2 SR hingga 6,2 SR sebanyak 6 kali pada Selasa (31/10) dan diikuti dengan rangkaian lainnya dengan intensitas lebih kecil mulai dini hari hingga Rabu  siang. Gempa ini turut dirasakan di lingkungan Bandar Udara Internasional Pattimura.

Amirudin menyatakan, gempa ini juga mengakibatkan kerusakan ringan di beberapa titik, baik di terminal bandara maupun kantor administrasi Bandara Pattimura. Beberapa kerusakan di area bandara yaitu sedikit genting terminal yang rontok, sedikit plafon di jalur kedatangan dan keberangkatan sisi udara yang rontok, kaca tower yang pecah, dan prasasti di Gate 3 yang pecah.

“Namun kerusakan ringan tersebut tidak menimbulkan gangguan yang berarti terhadap kelangsungan operasional Bandara Pattimura sehingga pelayanan bandara tetap berjalan seperti biasa,” kata Amirudin.

Terkait kerusakan ringan tersebut, saat ini pengelola Bandara Pattimura Ambon masih melakukan perbaikan. “Perbaikan terhadap kerusakan ringan akibat kejadian force majeure (keadaan alam) ini masih dilakukan dan akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan. Kami mohon maaf kepada penumpang dan calon penumpang pesawat udara atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kegiatan perbaikan ini,” kata Amirudin.

Ia juga menyatakan, berkaitan dengan kemungkinan terjadi gempa susulan, PT Angkasa Pura I (Persero) menghimbau kepada pengguna jasa agar tetap tenang sekaligus waspada selama berada di lingkungan bandara. “Kami menghimbau agar dalam situasi darurat selama berada di lingkungan Bandara Pattimura, pengguna jasa selalu mengikuti arahan petugas kami di lapangan dan menyempatkan diri untuk mencari tahu jalur evakuasi dan titik kumpul di sekitar lingkungan Bandara Pattimura,” katanya.

General Manager Airnav Indonesia Cabang Ambon Dheny Purwo Hariyanto menyakan, kaca tower pengatur lalu lintas udara pecah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Namun pihaknya menerapkan prosedur rencana kontingensi dalam merespon suatu peristiwa sehingga masalah tersebut bisa diatasi.

Dheny menyatakan, pelaksanaan rencana kontingensi lewat berkoordinasi dengan PT. Angkasa Pura I, dan BMKG Stasiun  Pattimura ternyata  membuahkan hasil yang cukup bagus. Dimana menurut dia,  hingga Rabu pukul 13.00 WIT tercatat ada 23 pergerakan pesawat. Terdiri dari 12  keberangkatan  dan sebelas kedatangan pesawat. “Dari 12 keberangkatan pesawat itu hanya tiga yang mengalami delay, penundaan keberangkatan dan itu tidak lama hanya 15 hingga 20 menit saja. Deley terlama itu  Garuda karena  force majeure,” kata Dheny.

Sementara itu, atap plafon pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM) yang ambruk akibat gempa sudah mulai dibersihkan. Sejumlah toko di lantai atas pusat pertokoan itu sudah dibuka lagi setelah membersihkan puing – puing material atap plafon yang ambruk tersebut.  (ADI)