Pastikan Mutu Layanan, Kepala BPJS Kesehatan Ambon Jadi Frontliner

Pastikan Mutu Layanan, Kepala BPJS Kesehatan Ambon Jadi Frontliner

SHARE
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Afliana Latumakulita melayani peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (5/7/2018). FOTO : HUMAS BPJS KESEHATAN CABANG AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Kepala Cabang BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Kabupaten dan Kota BPJS Kesehatan. Tak hanya itu mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Afliana Latumakulita saat melayani peserta JKN-KIS

“Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon Afliana Latumakulita usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (5/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, wanita yang akrab disapa Afly ini menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat). Begitupun juga para Direksi dan senior leader yang lain di seluruh wilayah kerja BPJS Kesehatan. “Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Afly.

Menurut Afly, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding lanjut Afly, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru mengcover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk.

Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk. Di Maluku sendiri jumlah penduduk yang telah tercover JKN-KIS sampai dengan 1 Juli 2018 sebanyak 1.362.197 jiwa atau 73% dari total penduduk Maluku.

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Afly.

Afly juga menyampaikan kemudahan lain yang dapat masyarakat akses dalam pendaftaran JKN-KIS salah satunya yaitu melalui mobile JKN pada telepon pintar yang dapat diunduh melalui android dan iOS. Selain itu bisa melalui care center BPJS Kesehatan di nomor 1500400.

“Kami juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang belum sempat datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mendaftar. Cukup mendaftar dengan aplikasi mobile JKN ataupun care center sambil duduk dirumah peserta sudah bisa mendaftar. Selain itu juga terdapat fitur lain pada aplikasi mobile JKN seperti merubah data, cek tagihan, skrining kesehatan, pindah faskes, KIS Digital, dan masih banyak lagi” Tambah Afly.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik. Khusus di Maluku, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 264 FKTP dan 26 FKRTL. (ADVETORIAL)