Ansor Bursel Gelar Dialog Politik, Menang Pemilu Tanpa Uang dan SARA

Ansor Bursel Gelar Dialog Politik, Menang Pemilu Tanpa Uang dan SARA

SHARE

TERASMALUKU,-COM,NAMROLE-Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018, Pemilihan Umum Legislatif 2019, Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar dialog Politik bertemakan, “Menang Pemilu Tanpa Uang dan SARA, berlangsung di Aula Kantor Bupati Bursel, Sabtu, (21/4).

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bursel, Ridwan La Nurdin mengatakan, dialog ini digelar dalam rangka mencegah praktik politik uang (money politics) dan isu suku agama ras dan antar golongan (SARA) yang sering mewarnai Pilkada maupun pemilu legislatif terutama ketika masa kampanye.

“Mari kita tolak bersama, lawan politik uang, dan tolak politisasi SARA, politik uang dan politisasi SARA merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat, politik uang tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, dan sangat mencederai integritas penyelenggaraan pemilu,” ungkap Ridwan.

Ridwan menegaskan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bursel mendukung sepenuhnya langkah penyelenggara Bawaslu, KPU, dalam memerangi politik uang dan SARA. Ia mengatakan politik uang dan SARA merusak sistem demokrasi negara. Selain itu, isu tersebut dapat merusak peradaban dan menghancurkan sendi kebangsaan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PC Ansor Wilayah Maluku, Daim Baco Rahawarin menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran PC Ansor Kabupaten Bursel atas pelaksanaan dialog politik seputar money politics dan isu SARA. Menurutnya, dialog ini memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas maupun pihak penyelenggara dalam mengawal pesta demokrasi yang berkualitas.

“Lewat dialog ini, mari kita lawan dan hindari politik berbau fitnah, politik berbau SARA dan berbau ujaran kebencian, terutama di kalangan masyarakat di Kabupaten Bursel, maupun pengguna Media sosial seperti Facebook, Whatsape, Twiter,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Bursel, Imran Mahmud saat membuka acara ini mengatakan, komitmen pemerintah, politik uang dan politik SARA harus kita lawan karena ini merupakan racun demokrasi dan bisa merusak peradaban, merusak demokrasi.

Mahmud mengatakan pemerintah memberikan kepercayaan penuh terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu untuk dapat menciptakan pemilu yang sehat tanpa mengandung politik uang dan politisasi SARA. “Pemerintah percaya penuh kepada penyelenggaran pemilu yaitu KPU dan Bawaslu dan kami juga percaya pada Parpol. Mari kita lawan dan kita tolak yang namanya politik uang,” katanya.

Pamateri dalam kegiatan dialog ini yakni, Ketua KPU Bursel, Said Saby, Ketua PC Ansor Wilayah Maluku, Daim Baco Rahwarin dan Perwakilan Bawaslu Maluku. Turut hadir dalam kegiatan ini, anggota DPRD Bursel, Sammy Latbual, pimpinan OPD, KPU Bursel, Bawaslu Bursel, Pimpinan OKP dan Ormas, PC Ansor Wilayah Maluku dan Bursel serta undangan lainnya. (FIK)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...