PDIP Polisikan Konsultan Politik SANTUN

by
Ketua DPC PDIP Kota Ambon (tengah) gelar jumpa pers, Kamis (17/5/2018).

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Ambon melaporkan konsultan politik pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff-Andareas Retranubun (SANTUN), Barkah Pattimahu ke Polres Pulau Ambon, Kamis (17/5/2018). Barkah dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap PDIP dalam sebuah pemberitaan di salah satu media terbitan Ambon.

Sekretaris PDIP Kota Ambon, Jafry Taihuttu kepada wartawan di Kantor DPC PDIP Kota Ambon mengatakan, pernyataan yang disampaikan Barkah merupakan pernyataan yang tidak menyenangkan bagi PDIP. Menurut Jafry, Barkah dalam pernyataannya di media tersebut pada terbitan edisi Kamis (17/5/2018) menyebutkan, unsur berdirinya PDIP salah satunya PKI adalah salah besar. “Atas pernyataan Barkah di media tersebut, PDIP melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PDIP Kota Ambon Fandro Wattimury bersama Elvis Zaidmas Watubun Kabid Maritim, telah menyampaikan laporan resmi ke Polres Pulau Ambon,” katanya.

Jafry menegaskan, ada sejumlah partai yang berfusi sehingga melahirkan PDIP, sedangkan PKI tidak termasuk. Sehingga lanjutnya, PDIP sama sekali tidak ada unsur PKI. Jafry mengungkapkan, yang berfusi pada tanggal 10 Januari 1973 itu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Musyawarah Rakyat Bangsa (Murba), dan juga Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). “Itu adalah partai yang melakukan deklarasi fusi pada pendirian PDIP kala itu. Pernyataan Barkah adalah sebuah tindakan pencemaran nama baik terhadaap partai kami. Dan sebagai Parpol yang taat dan fatsun pada proses hukum, kami telah melaporkan yang bersangkutan di Polres Ambon,” jelasnya.

Sekretaris DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimury mengatakan, pernyataan Barkah bahwa aspek sejarah berdirinya PDIP itu ada unsur PKI sangat mengusik independensi PDIP sebagai salah satu kekuatan politik. Menurutnya, kalau cuma hal kecil, tentu pihaknya tidak akan merasa terusik. Karena PDIP sudah terbiasa diusik oleh orang lain sejak orda baru.

Lucky mengatakan, bagi PDIP masalah ini merupakan hal yang prinsipil. Sehingga PDIP harus memberikan keteranggan ke publik bahwa penjelasan Barkah tersebut adalah informasi yang menyesatkan. “Apa yang dikatakan Barkah Pattimahu bahwa PKI adalah bagian dari sejarah PDI Pejuangan adalah informasi yang menyesatkan. Karena PDIP itu difusikan oleh beberapa Parpol, yakni PNI, Murba,Parkindo, Partai Katolik, dan juga IPKI dan saya tegaskan bahwa PDIP adalah partai yang anti PKI,” tegasnya. Barkah belum bisa dikonfirmasikan terkait masalah ini. (IAN)