PDIP Sebut Ada Oknum Yang Sengaja Jatuhkan Kredibilitas Gubernur Lewat Video 30 Detik

by
Gubernur Maluku Murad Ismail terlibat perang mulut dengan seorang ibu dari staf protokol Presiden RI di Passo Kota Ambon pada 2019. FOTO : Tangkapan Layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-DPD PDI Perjuangan Maluku mensinyalir adanya upaya oknum tertentu yang ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Murad Ismail lewat konten video yang sempat viral di dunia maya dalam pekan ini.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, Murad Ismail juga adalah Ketua DPD PDIP Maluku terlibat perang mulut dengan seorang ibu dari staf protokol Presiden RI.

“Kami menduga ada oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja memposting sebuah video yang seakan-akan Gubernur sementara memarahi seorang ibu (staf protokol Presiden) di kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon,” kata Wakil Ketua Bidang Politik dan HAM DPD PDIP Maluku┬áRobby Tutuhatunewa di Ambon, Jumat (7/5/2021).

Menurut dia, video berdurasi 30 detik tersebut diambil seseorang sejak dua tahun lalu ketika Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Ambon pascabencana alam gempa tektonik yang mengguncang Pulau Ambon, Pulau Haruku, dan sebagian Pulau Seram Bagian Barat secara bertubi-tubi.

Saat itu kepala negara hendak meninjau warga korban gempa bumi di Kampus Unidar Desa Tulehu Kecamatan Salahutu, namun dalam perjalan di Desa Passo Presiden berhenti sejenak dan menyapa warga di tepi jalan.

“Postingan video tentang Gubernur Maluku yang diviralkan melalui media sosial merupakan tindakan yang sangat tidak beretika, karena yang bersangkutan dengan sengaja mendistribusikan atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dengan tujuan penghinaan, pencemaran nama baik gubernur,” kata┬áRoby.

Dampaknya adalah bisa menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat dengan gubernur.

Menurut dia, video yang diposting tersebut juga tidak utuh dan hanya merupakan potongan yang tujuannya untuk menjatuhkan kredibilitas Gubernur.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memposting atau meneruskan postingan video ini sebab mulai terhitung konferensi pers ini, dan bila warga yang meneruskan postingan ini maka yang bersangkutan akan kami laporkan ke polisi untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Maka dengan beredarnya video tersebut akan disikapi secara serius dengan meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan.

DPD PDIP juga mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan postingan tersebut yang semata-mata bertujuan menarik masuk masyarakat ke dalam setingan kepentingan oknum yang mempostingnya.

Robby juga meminta masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak membagikan atau mentransmisikan video tersebut melalui media sosial.

Bila ada yang sengaja mempostingnya kembali ke media sosial maka akan berakibat hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, pasal 27 dan 28.

“DPD PDIP mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling mendukung dan memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pembangunan di Maluku, senantiasa menahan diri terhadap berbagai provokasi yang dilakukan melalui media sosial, hanya dengan maksud dan tujuan untuk menjatuhkan kredibilitas gubernur,” kata dia.

Pewarta : Daniel Leonard/Antara
Editor : M Arief Iskandar