Pdt Rudy Rahabeat Sedia Diutus Sebagai Calon Sekum GPM

by
Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-JIKA Tuhan berkenan dan gereja memercayakan dirinya melayani sebagai bagian dari Majelis Pekerja Harian Sinode GPM periode 2021-2026 maka Pdt Rudy Rahabeat sedia menerima panggilan pengutusan selaku Sekretaris Umum (Sekum) Sinode Gereja Protestan Maluku.

Dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Selasa (16/2/2021), mantan Sekretaris Klasis GPM Ternate ini menyebutkan bahwa pemimpin dan kepemimpinan itu mesti merangkul, inklusif, ramah kepada semua orang dan siap bekerja bersama siapapun.

Loading…

“Dalam semangat kolegial-kolektif, saya berkomitmen melayani bersama para pelayan demi pertumbuhan dan perkembangan GPM. Siapapun yang nanti terpilih sebagai Ketua Sinode saya sedia melayani bersama demi kemajuan gereja ini,” ungkap alumni S2 Ilmu Religi dan Budaya Universitas Katolik Sanata Dharma Yogyakarta itu.

Pdt Rudy Rahabeat menegaskan bahwa kepemimpinan gereja itu bersifat kolegial dan berkelanjutan. “Kami teruskan apa yang telah diletakan oleh para pemimpin dan senior sebelumnya. Atau dalam bahasa GPM, kami menanam dan menyiram serta percaya Allah pasti menumbuhkan,” kata Pendeta yang pernah melayani di Klasis GPM Betel Klasis Kota Ambon itu.

Sambil tersenyum, pendeta Rudy mencontohkan Pdt Sammy Titaley (alm.) mantan Sekum dan Ketua SInode GPM itu pernah melayani di Jemaat Betel. “Moga-moga bisa mengikuti jejak Pdt Sammy,” ungkapnya sambil tetap tersenyum.

Ditanya soal studinya, kandidat Doktor Antropologi Universitas Indonesia (UI) ini menyatakan bahwa ia hanya menunggu ujian promosi.

“Saya sudah menyelesaikan ujian hasil penelitian tahun lalu. Hanya saja karena istri saya diutus oleh GPM untuk mengikuti kegiatan studi oikumene di Bossey-Swiss selama 5 bulan, maka saya mendampingi anak-anak di rumah serta turut membantu pelayanan di jemaat. Selain itu, pandemi covid 19 turut juga berpengaruh,” ungkapnya tenang.

Dirinya yakin jadwal ujiannya tidak memengaruhi pelayanannya kelak jika dipercayakan sebagai Sekum Sinode GPM. “Ujiannya dilakukan secara online jadi tidak terlalu merepotkan,” jelasnya.

Pilihannya untuk menjadi Sekum GPM itu telah digumuli sejak lama. Selain harus trampil bekerja, perlu juga mampu melibatkan banyak orang dengan talenta yang berbeda-beda. Menurutnya, konsolidasi internal gerejawi itu perlu dan juga komunikasi dan relasi eksternal lintas lembaga juga mesti dioptimalkan.

“Kita harus mampu bekerja sama di tataran lokal, nasional maupun global. Bekerja lintas agama, suku dan dengan pemerintah serta pihak manapun,” jelas anggota tim Penulis Pidato Gubernur Maluku sejak Gubernur Said Assagaf hingga Gubernur Murad Ismail saat ini.

Pendeta Rudy juga memiliki relasi oikumenis dengan gereja-gereja aras lokal maupun nasional. Ia merupakan konseptor, editor dan penulis produktif.

“Tugas sebagai Sekum cocok baginya karena selain mudah berelasi dengan siapa saja, ia memiliki talenta terkait konsep dan penulisan. Ia juga telah menjadi editor buku-buku Sinode maupun Fakultas Teologi UKIM Ambon,”ungkap seorang sahabatnya.

Di atas segalanya, ia menyatakan bahwa setiap niat dan tekad baik itu tetaplah diletakan pada rencana dan kehendak Tuhan. Seperti doa Yesus “Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah,” pungkas Pdt Rudy Rahabeat. (TM)