Pedagang Pasar Mardika Enggan Pindah ke Pasar Passo

by
Pedagang Pasar Mardika enggan pindah ke lokasi pasar sementara yang dinilai terlampau jauh, (20/8). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Rencana relokasi pasar Tradisional Mrdika menyisahkan kekecewaan dan penolakan dari para pedagang. Usai ada unjuk rasa pada Rabu (19/8/2020), sebagian besar pedagang menyatakan enggan pindah. Alasan utamanya adalah lokasi relokasi yang terlampau jauh.

Hal itu diungkapkan seorang pedagang buah pisang di pasar siang tadi. Hajrah mengaku sudah mengetahui betul soal relokasi pedagang untuk pembangunan pasar baru. Namun yang tak habis dipikir, adalah lokasi baru yang dinilai jauh dan menyusahkan pedagang.

“Dong mau relokasi katong ke Pasar Passo. Siapa yang mau beli katong pisang satu sika saja sampai ke Passo sana,” jelasnya sambil membetulkan jualan siang tadi kepada wartawan.

Rencana pemindahan dirinya dan pedgang pasar lain sudah digaungkan sejak beberapa bulan lalu. Pasar Mardika memang akan direlokasi pada April sesuai rencana awal. Hanya saja terkendala pandemi sehingga pemerintah kota pun mengundur waktu.

Loading...

Mereka telah menyiapkan beberapa pasar untuk menampung 2.000 lebih pedagang di Mardika yang terkena dampak pembangunan. Diantaranya Pasar Passo, Air Besar, Wainitu, Ongkoliong dan Tantui. Sudah ada bangunan semi permanen yang siap ditempati di sana. Menurut Hajrah, lokasi itu malah menyusahkan pedagang.

“Beta tingal di Hila, setiap hari bajual di sini. Pelanggan su tahu beta di sini, kalau pindah ke Passo lai belum tentu dong mau datang beli. Katanya mau gusur 28 ini,” keluh dia. Apalagi dia harus membayar pajak lapak berukuran 1 x 2 meter yang dia tempati saat ini senilai Rp 8 juta pertahun. Dia memperkirakan pemasukan dari berjualan pisang di lokasi yang baru berdampak pada merosotnya pendapatan.

Hal serupa juga dirasakan pedagang lain. Mereka rerata enggan pindah dengan alasan lokasi jauh. Meski begitu mereka tak punya pilihan lain. Jika saat penggusuran tiba, mau tak mau pedagang harus angkat kaki. Sebab area pasar akan diratakan untuk membangun gedung pasar baru yang lebih tertata dan layak. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *