Pegawai Honorer K2 Mengadu ke DPRD Kota Ambon

by
Sejumlah perwakilan pegawai Honorer Katagori II (K2) mendatangi Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (17/1). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sejumlah perwakilan pegawai Honorer Katagori II (K2) mendatangi Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (17/1). Mereka meminta DPRD memperjuangkan nasib mereka agar diangkat menjadi PNS dan penambahan honor.

Tenaga honore K2 menyatakan hingga kini belum diangkat menjadi PNS, padahal dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk diangkat jadi PNS. Perwakilan pegawai honorer K2 ini diterima Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Jhon Mainake.

Koordinator Honorer K2 Hasim Raidi kepada wartawan usai pertemuan dengan Komisi II mengatakan, kedatangan  mereka untuk mempertanyakan nasib pegawai honorer K2. “Tujuan kita datang di DPRD ini untuk mempertanyakan nasib dari honorer K2 ini. Karena sudah sekian tahun belum juga ada titik terang buat kita,” katanya.

Selain itu, kata dia, kedatangan mereka di DPRD juga ini terkait upah yang diberikan oleh Pemkot Ambon, karena pengabdian para honorer K2 ini sudah hampir 13 tahun. Sementara  upah yang diberikan tidak sesuai.

“Kita minta kepada DPRD untuk dapat memperhatikan nasib kita, karena upah yang diterima oleh sekolah dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu hanya 250 ribu saja, dan itu dibayar perbulan atau tiga bulan sekali,” katanya.

Ia menyebutkan, sebanyak 534 orang guru pegawai honorer K2  lingkup Pemkot Ambon yang mendapatkan honor seperti itu. Para honorer K2 ini meminta dewan ikut  memperjuangkan nasib mereka ke Pemkot Ambon, nenaikan honor, karena sebagian besar dari pegawai tersebut telah berkeluarga. “Kami  minta  DPRD dapat memperjuangkan nasib para pegawai honorer yang ada saat ini, dan dapat memperhatikan upah yang diberikan,” kata Hasim.

Ketua Komisi II Jhon Mainake mengatakan, pihaknya telah menerima keluaham yang disampaikan oleh para pegawai honor, dan akan ditindaklanjuti. “Kita akan tinfaklanjuti hal ini dan membicarakan dengan Pemkot Ambon untuk melihat pegawai tersebut. Karena sudah beberapa tahun mengabdi belum ada titik terang terkait nasib mereka,” katanya.(IAN)