Pelaku Penyebab Kebakaran Ongkoliong Serahkan Diri

by
Irfan Bin Sulaiman menyerahkan diri ke pihak kepolisian usai kebakaran puluhan rumah di Ongkoliong Batumerah Kota Ambon. Kini Irfan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran di kawasan Ongkoliong pada Minggu (29/3/2020). FOTO : HUMAS POLRESTA AMBON

TERASMALUKU.COM.AMBON,-Kebakaran 47 rumah di kawasan Ongkoliong Negeri Batu Merah Kota Ambon menemui titik terang. Irfan Bin Sulaiman yang diduga kuat sebagai pelaku menyerahkan diri ke Polres Sirimau pada Minggu 29 Maret 2020.

BACA JUGA : Ibu Hamil Dan Balita Korban Kebakaran Ongkoliong Diberikan Makanan Tambahan

Irafn mendatangi kantor polisi pada malam hari sekitar pukul 20.35 WIT. Kepada polisi dia menceritakan kronologis kejadian hingga munculnya api dan melahap puluhan rumah dan mengwaskan dua warga itu. Itu terjadi pada Minggu subuh. Namun pada saat itu Irfan sempat melarikan diri, sementara sang istri diamankan petugas.

BACA JUGA : Ratusan Rumah di Ongko Lion Ambon Terbakar, Dua Orang Tewas

Dari keterangnnya ke pihak penyedik, di malam itu Irfan dan istri bertengkar setelah sebelumnya dia mabuk bersama beberapa teman pada pukul 02.00 WIT. “Setelah itu pelaku pulang ke rumah di Ongkoliong dan sempat cekcok dengan istri pelaku karena cemburu. Kemudian istri pelaku pergi dari rumah membawa dua anaknya,” terang Kasubbag Humas Polresta Ambon, IPTU Julkisno Kaisupy kepada wartawan, Senin (30/3/2020) sore.

Loading...

Tak lama berselang, pria 39 tahun itu membakar lilin dan meletakannya di atas meja yang beralaskan kain. Usai itu dia membawa koper ke Batumerah dan kemabli ke rumah. Menurut Julkisno dari pengakuan Irfan saat kembali untuk menengok sang anak dia mendapati api sudah membasar. “Pelaku berlari keluar sambil berteriak ‘Nani Galih terbakar karena pelaku mengira anaknya telah terbakar,” terang dia.

BACA JUGA :Polda Maluku dan Polresta Ambon Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Ongko Liong Ambon

Dari hasil penyedikian pelaku serta pemeriksaan delapan orang saksi, penyidik Satuan Reskrim Polresta Ambon menetapkan Irfan sebagai tersangka. Irfan dijerat dengan pasal 187 KUHP atau 188 KUHP tentang kebakaran yang menyebabkan matinya warga dan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Saat ini tersangka pun telah ditahan di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (29/3/2020) dini hari. Akibat peristiwa ini dua warga tewas terbakar, dan ratusan warga lainnya mengungsi karena rumah mereka terbakar. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *