Pelni Sediakan Tiga Mesin, Mudahkan Warga Cetak Tiket Kapal

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Masyarakat kini lebih mudah membeli tiket kapal secara online. Bahkan untuk pencetakan tiket, PT. PELNI (persero) menyediakan tiga buah mesin cetak yang dapat digunakan mandiri oleh calon penumpang pada ruang khusus.
Calon penumpang hanya perlu memesan tiket melalui aplikasi maupun situs resmi PELNI. Usai itu, barcode pada lembar pemesanan dipindai melalui vending machine yang ada di pojok kanan depan pintu masuk ruang tunggu keberangkatan pelabuhan.

Dari pantauan terasmaluku.com, sejumlah penumpang sedang menunggu giliran mencetak tiket melalui tiga mesin tersebut.

Proses pemindai hingga tiket tercetak terbilang singkat. Tak lebih dari 10 detik, calon penumpang sudah bisa mendapat tiket sesuai pemesanan online.

“Beta su pesan dari seminggu lalu. Lebih mudah seng perlu antri lama. Tinggal print sa, mudah,” jelas salah seorang penumpang.

Mereka hanya perlu memasukan kode atau memindai barcode pada layar di mesin. Dia mengakui, proses pencetakkan tidak makan banyak waktu. Begitupan dengan antrian yang longgar pada saat pencetakkan.

Penumpang tujuan Kota Tual itu menjelaskan sistem pembelian tiket anyar tersebut, amat memudahkan dirinya.

Apalagi di sana juga ada petugas PELNI yang berjaga membantu calon penumpang jika kesulitan dalam mencetak.

Manager Operasipnal PT. PELNI, Djasman, menjelaskan sistem itu telah diberlakukan sejak September 2019. Masyarakat secara bertahap mulai dibiasakan agar akrab dengan cara pembelian online. Mereka tak perlu mengantri lama di loket untuk membeli tiket.

“Sudah 100 persen kok masyarakat beli online. Sejak September lalu,” terang Djasman di Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon, siang (21/10/2019).

Pemberlakuan pembelian online, kata Djasman, untuk memudahkan warga membeli tiket. Juga mengurangi antrian lama seperti yang kerap terjadi di kantor pun agen-agen resmi pelni.

Warga secara mandir dapat memesan dari rumah, kantor atau di mana saja melalui situs resmi pun aplikasi PELNI.
Di lain sisi, meski berlaku pembelian online, namun layanan ini baru tersedia pada beberapa pelabuhan saja. Seperti Pelabuhan

Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Murhum Baubau dan Yos Sudarso Ambon.

“PELNI sendiri yang liat dan tentukan, sistem ini akan diberlakukan di pelabuhan mana saja. Salah satunya mungkin pelabuhan tersibuk,” jelas Djasman yang memegang jabatan di lingkup PELNI, Dobo terhitung sejak esok (22/10/2019).

Hanya saja, pembelian tiket secara online belum berlaku bagi penumpang lanjutan dari Banda. Calon penumpang masih mendapat tiket biasa melalui pembelian di loket.

Untuk jadwal pencetakan, petugas PELNI di pelabuhan baru membuka ruang pencetakkan tiket empat jam sebelum jadwal keberangkatan kapal. (PRISKA BIRAHY)