Pembalap Spanyol Raja Tanjakan, Juarai Etape III, Bula – Wahai

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Setelah bertarung  sengit  dalam balap sepeda internasional, Tour de Molvccas (TdM)  pada   etape 3, Kota Bula – Wahai, Maluku Tengah,  pembalap asal Spanyol,  Ricardo Garcia akhirnya  finish lebih awal di Bandara Wahai Kecamatan  Seram Utara, Rabu (20/9). Ricardo Garcia, bernomor punggung 23  asal tim Kinan dari Jepang ini berhasil masuk garis finish  dengan waktu 3 jam 49 menit 13 detik (10 bonus). Ricardo  sekaligus mempertahankan jersey merahnya sebagai raja tanjakan.

Di posisi  kedua, Sanghong Park, atlet uggulan negara Korea yang bergabung di tim LX. Ia mencapai finish dengan waktu,  3 jam 49 menit 13 detik (6 bonus). Sementara urutan ketiga adalah Thomas Lebas asal tim Kinan dari Jepang. Pembalap Francis ini masuk finish dengan waktu  3 jam 49 menit 13 detik (4 bonus). Urutan keempat pembalap asal Indonesia,Dadi Suryadi dari tim Terengganu.

Loading…

Di urutan ke kelima, Marcus Culey, atlet bernomor punggung 52 dari tim St George Continental asal Australia, Meski  finish di urutan kelima  namun Marcus Culey yang juga pembalap asal Australia ini  berhasil mempertahankan jersey kuning dengan massa waktu paling unggul dari pembalap lainnya. Poisisi Marcus masih dibayang-bayangi oleh dua pesaing ketatnya,Jai Crawford asal Australia dan tim Kinan, serta Jesse Ewart asal Australia dan tim 7Eleven – Roadbike Philippines.

Marcus menyatakan, dirinya seharusnya bisa menang di etape ini. “Saya sebetulnya sudah melaju di garis terdepan. Saya semangat sekali dan yakin bisa memenangkan etape ini. Tapi saat memasuki 2,2 km terakhir menjelang finish, saya kaget dengan rutenya yang ternyata banyak tanjakan tinggi-tinggi,” kata Marcus di Bandara Wahai tak lama setelah finish.

Marcus akhirnya  tersalip oleh jagoan tanjakan, Ricardo Garcia serta tiga pembalap lainnya. Pembalap asal Indonesia Jamal Hibatullah dari tim KFC bernomor punggung 11 masih tetap bertahan sebagai pembalap Indonesia terbaik dalam pengumpulan kecepatan waktu, dan npesaing ketatnya, Aiman Cahyadi dari tim Sapura.

Etape 3 ini, pembalap memang awalnya disuguhi rute yang cenderung datar. Di awal keberangkatan hanya ada sedikit naik turun tapi rendah. Barulah pada saat menuju garis finish, ada lebih dari 5 tanjakan yang sangat tajam dan selama tiga etape, Ricardo Garcia adalah yang paling mampu menaklukkan tanakan-tanjakan TdM.

Etape 3 dilepas Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Mukti Kaliobas dari Pantai Gumamae Kota  Bula pada pukul 10.00 WIT  dan finish di  Bandara Wahai. Ribuan warga Bula berkumpul di pantai wisata itu untuk  menyaksikan star balap sepeda internasional etape 3. Cuaca sepanjang hari ini sangat bersahabat, sejuk karena mendung. Terlebih saat melalui Hutan Lindung Manusela 2, jalan berliuk-liuk tapi tetap mendatar dengan udara yang menjadi sejuk karena bersepeda di antara lindungan pepohonan.

Dua pembalap tidak bisa melanjutkan perjalanan yakni Cheku Mohammad Syamil asal Malaysia dari tim Sapura karena kelelahan, dan Dealton Nur Arif asal Indonesia dari tim BRCC Banyuwangi mengalami kecelakaan akibat terjatuh.

Alhasil, Etape 3 hanya 56 pembalap yang mencapai garis finish. Rata-rata pembalap mengayuh dengan kecepatan 40,29 km/jam Pengumuman pemenang dan Upacara Penghargaan Pemenang (UPP) dilakukan di lapangan Bandara Wahai.

“Rute yang dilalui hari ini sangat menarik karena memberikan kejutan pada akhir perjalanan, dimana tanjakan yang tinggi berkali-kali harus ditempuh oleh pembalap. Ini tentu menjadi kabar baik bagi riders yang jago melampaui tanjakan,” kata Konsultan Teknis TdM, Jamaludin Mahmood, yang juga International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia UCI (Union Cycliste Internationale).

Etape 4, event TdM akan  mengambil start di Kantor Bupati Maluku Tengah, pada Kamis (21/9) sekitar pukul 10.00 WIT  dan finish di Pelabuhan Fery Waipirit Seram Bagian Barat, dengan  jarak tempuh 141,5 Km. (ADI)