Pembangunan Tower Telkomsel di Kelurahan Benteng Ambon Tanpa IMB   

by

 

AMBON- Proyek pembangunan Tower Telkomsel di kawasan  RT 003/002 Kelurahan Benteng Atas (Bentas) Kecamatan Nusaniwe dinilai menabrak Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Ambon. Meski pembangunan tower yang dikerjakan PT. Solusi Tunas Pratama sudah rampung namun hingga kini  perusahan belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Ambon.

“Itu nyata-nyata melanggar aturan dan ternyata sampai dengan pembangunan tower selesai yang dikeluarkan Pemerintah Kota Ambon  itu bukan IMBnya tetapi justru surat larangan membangun. Itu berarti ada yang salah. Tetapi mereka tidak mempedulikan apa yang diperintahkan oleh aturan tersebut,”kata Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Golkar  Markus Pattiapon dalam rapat kerja  Komisi III, Selasa (28/2).

Rapat kerja ini menghadirkan Dinas Tata Kota, Bappekot, pihak pengembang, serta warga yang menolak pembangunan tower tersebut.  Pattiapon menilai pembangunan Tower Telkomsel ini bisa berdampak hukum, jika dilihat dari kronologis permasalahannya. Dimana, tower itu dibangun tanpa menggunakan IMB sebagai dasar hukum mendirkan sebuah bangunan di Kota Ambon. Belum lagi warga yang bermukim dekat dengan tower  menolak adanya pembangunan tower tersebut.

Pattiapon menyatakan, persoalan tersebut bisa digiring sampai ke ke rana hukum, baik ke- kejaksaan maupun kepolisian. Karena terdapat kejanggalan dalam proses pembuatan Penerbitan IMB oleh Dinas Tata Kota dan Bappekot Pemerintah Kota Ambon. Pattiapon menegaskan, jika tidak diselesaikan secara baik oleh pihak-pihak yang terlibat didalamnya, maka Komisi III tidak akan tinggal diam.

loading...

“Komisi akan menyampaikan kepada pimpinan dan pimpinan meneruskan ke kejaksaaan atau kepolisian untuk ditindak lanjuti, itu bisa saja dilakukan karena terang-terang mereka telah melakukan tipu muslihat dalam hal ini karena tata kota belum mengeluarkan izin IMBnya tetapi dengan menggunakan surat keterangan dari pemeritnah kota mereka sudah berani melakukan kegiatan pembangunan,”tegas Pattiapon.

Menurutnya, warga yang menolak pembangunan tower juga sudah melayangkan surat penolakan kepada Walokota Ambon. Namun, permintaan mereka tidak diindahkan. Bahkan, tower itu didirikan tanpa ada tindakan tegas dari Pemkot Ambon. “Penegak Perda itu saya kira juga tidak terlalu serius. Karena tidak terlalu serius, makannya pihak pengemban seenak saja membangun. Harus saya bilang mereka (oknum Pemkot) turut terlibat juga, ada pembiaran dari pemerintah kota,”pungkasnya.(MQR)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *