Pemeriksaan Ketat, Yang Ingin Masuk Kota Ambon Wajib Bermasker

by
Penyemprotan disinfektan ke kendaraa roda dua di pos pemeriksaan Passo bagi pengendara arah Maluku Tengah yang hendak masuk ke Kota Ambon, (18/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Puluhan pengendara arah Kabupaten Maluku Tengah yang hendak masuk Kota Ambon siang tadi diberhentikan untuk menjalani pemeriksaan suhu dan kelengkapan masker, Sabtu (18/4/2020). Pengendara roda dua, penumpang angkutan umum, mobil pribadi hingga mobil dinas tak luput dari pemeriksaan.

Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BNPB) Maluku bersama beberapa instansi terkait membuka pos penjagaan perisis di depan Gereja Nafiri Sion, Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Dari pantauan Terasmaluku.com, Sabtu siang, puluhan pengendara tampak memperlambat laju dan berhenti sejenak.

Dinas perhubungan kota Ambon memeriksa penumpang angkatan umum dan kelengkapan memakai masker

“Ini sinergitas dengan beberapa instansi. Kita pastikan siapapun yang mau masuk Kota Ambon wajib pakai masker. Itu sudah peraturan pak walikota kan. Mereka juga wajib ukur suhu tubuh,” jelas Komandan Pos Penjagaan Passo BNPBD, Sam Richard Takarbessy kepada wartawan siang tadi di sela-sela pemeriksaan pengendara.

Sesuai aturan walikota Ambon, setiap orang yang keluar rumah wajib mengenakan masker. Hal itu untuk menghindari adanya perpindahan virus dan kemungkinan terpapar virus melalui mikrodroplet.

Saat melakukan pemeriksaan itu tampak ada puluhan pengendara dan penumpang mobil yang masih saja kedapatan tak bermasker. Padahal menurut Sam, ini merupakan kegiatan hari ke-10 di lokasi tersebut. “Selain di sini kita juga ada pos di Durian Patah untuk mereka yang lewat dari arah Mamala Morela dan sekitarnya. Ada yang kita berhentikan karena lupa atau acuh,” terang dia.

Seperti ada beberapa anak muda yang terpaksa menunda perjalanan ke pusat kota. Mereka kedapatan ada yang berkendara tanpa memakai masker. Alasannya lupa, tertinggal di rumah. Ada juga seorang pria yang turun dari angkutan umum jurusan Tulehu lantaran kelebihan penumpang. Sesuai aturan, angkutan umum hanya boleh diisi tak lebih dari tujuh (7) orang.

Loading...

Sam menjelaskan, dalam satu angkutan umum hanya boleh diisi oleh, satu (1) orang pengemudi, satu (1) penumpang di bagian depan dan lima (5) orang di belakang. Mereka pun wajib memakai masker. “Intinya pakai masker. Kalau dari Tulehu, Liang atau daerah-daerah Maluku Tengah di Pulau Ambon bisa masuk kota. Tapi harus taat, pakai masker,” tegas dia.

Setiap penumpang wajib turun dan lakukan pengecekkan suhu tubuh di pos penjagaan depan Gereja Nafiri Sion Passo

Sementara itu masyarakat Maluku Tengah di luar Pulau Ambon sudah tidak dibolehkan lagi datang ke Ambon. Pintu penjagaan transportasi laut kedatangan dari Seram dan Pulau Pulau Lease  ditutup. Akses masuk kota, kata Sam, hanya boleh bagi yang berada di Pulau Ambon.“Aturan ini untuk melindungi katong sendiri. Jadi masyarakat diharapkan seng boleh lupa pakai masker. Di sini juga petugas semprot kendaraan biar bersih,” lanjut dia.

Petugas dari BNPB bertugas menyemportkan desinfektan ke kendaraan saat pengemudi turun untuk cek suhu tubuh. Dua orang tenaga kesehatan puskesmas Passo yang bertugas mengecek suhu tubuh menggunakan thermal gun. Sementara dinas perhubungan, TNI dan Polri membantu pengamanan dan arus lalu lintas kendaraan yang akan diperiksa di pos.

Yuli Tuhilatu, warga Passo yang tinggal tak jauh dari lokasi membenarkan jika pemeriksaan ini sudah berlangsung lama. Bahkan masih saja kedapatan masyarakat yang tidak patuh. “Sudah satu mingguan ada pemeriksaan. Cuma memang yang ketat cek masker itu baru hari ini. Kalau seng begtu katong anggap biasa sa,” ucap Yuli.

Menurutnya pemeriksaan itu dimulai sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIT hingga siang hari sekitar 13.00 WIT. Setiap pengendara atau penumpang angkot dan mobil pribadi diperiksa ketat terkait kelengkapan masker. Dengan adanya penjagaan itu, diharapkan potensi penularan tidak menyebar luas di Kota Ambon. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *