Pemerintah Dimintah Perhatikan Warga Yang Trauma Gempa Di Passo

by

TERASMALUKU.COM, Ambon, – Pemerintah, baik provinsi Maluku maupun kota Ambon diminta memperhatikan warga yang trauma setelah gempa magnitudo 6,8 pada 26 September 2019 di desa Passo, kecamatan Baguala karena hingga saat ini belum ada bantuan apapun.

Warga desa Passo, Markus Silubun, Sabtu, mengatakan, dia dan warga lainnya yang mengungsi ke perbukitan di kawasan Batugong membeli terpal dan lainnya dengan uang sendiri untuk membangun bagi penampungan masyarakat.

“Kami memang bukan korban gempa. Namun, trauma gempa sehingga memutuskan untuk mengungsi ke perbukitan karena khawatir gempa dengan magnitudo besar maupun kemungkinan tsunami sehingga lebih baik mengantisipasi sejak dini sehingga tidak terjadi sebagaimana di Palu, Sulawesi Tengah pada September 2018,”ujarnya.

Dia memastikan, guncangan gempa magnitudo 6,8 pada Kamis, pukul 08.46 WIT hingga Sabtu (28/9) siang, pukul 12.00 WIT, BMKG mencatat sudah 484 kali gempa susulan sehingga membuat trauma masyarakat.

“Jadi masyarakat Passo yang letaknya hanya belasan kilo meter dari arah Timur Laut lokasi pusat gempa bagaimana tidak trauma, apalagi beruntun sehingga dikhawatirkan terjadi tsunami,” kata Markus.

Dikatakannya, pemerintah, baik provinsi Maluku maupun kota Ambon belum membagikan terpal, makanan dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan warga Passo yang trauma hingga mengungsi.

“Apalagi, saat malam hari hujan sehingga cuaca dingin dan meresahkan masyarakat, terutama para lansia dan anak-anak sehingga perlu dibangun pos kesehatan di lokasi pengungsi,” ujar Markus

Pantauan Antara, masyarakat kota Ambon dan sekitarnya saat ini mengungsi ke kawasan tinggi di berbagai wilayah karena khawatir terjadi tsunami, kendati Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Sunardi telah menyampaikan gempa tidak menimbulkan gempa.

loading...

Gempa sebelumnya dengan magnitudo 6,8 berpusat di 40 km timur laut Ambon Maluku, 43 km Tenggara Seram bagian Barat, 59 km Barat daya Maluku Tengah, 92 km timur laut Buru Selatan dan 2420 km timur laut Jakarta.

Gempa susulan kekuatan magnitudo 5,6 terjadi di timur laut Ambon, Maluku, pada 09.39 WIT setelah gempa gempa dengan magnitudo 6,8 terjadi pada 08.46 WIT.

Data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.39 WIT dengan kekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa ada di kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berjarak 18 km sebelah timur laut Ambon.

BMKG juga memberikan imbauan pada masyarakat untuk berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Korban meninggal akibat gempa menurut data Dinsos maupun BPBD maluku sebanyak 19 orang, ratusan luka – luka serta sarana dan prasarana maupun infrastruktur jalan dan jembatan ada yang rusak ringan hingga berat.*(An)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *