Pemkab Bursel Gelar Bursa Inovasi Desa

by
Asisten I Bidang Pemerintahan, A. Soumokil memberikan sambutan saat membuka Bursa Inovasi Desa (BID) yang berlangsung di Tribun VIP Kantor Bupati Bursel di Kota Namrole, Kamis (4/10/2018). FOTO : TAUFIK (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMROLE–Untuk meningkatkan peran kepala desa (Kades) dan masyarakat agar lebih  proaktif dalam merancang  berbagai program desa,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar  Bursa Inovasi Desa (BID) yang berlangsung di Tribun VIP  Kantor Bupati Bursel di Kota Namrole, Kamis (4/10/2018). BID digelar dalam rangka menjawab pelaksanaan program pembangunan desa secara berkualitas dan tetap sasaran  di masing – masing desa  se Kabupaten Bursel.

Kegiatan yang juga  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan teknis penggunaan dana desa ini dibuka oleh  Asisten I Bidang Pemerintahan, A. Soumokil. Program  BID yang dimotori oleh Tim Inovasi Desa  Kabupaten Bursel (TIK) hadir untuk memperkuat pelaksanaan program-program pemerintah  terutama sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa.

Foto bersama peserta

Bupati Buru Selatan, Tagop S Soulisa, dalam sambutannya yang dibacakan  Asisten I Bidang Pemerintahan, A. Soumokil  mengatakan program PID yang merupakan program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) adalah  salah upaya pemerintah  untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015-2019.

Menurut Bupati, program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam pengembangan rencana dan pembangunan secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas, kemandirian desa  yang memiliki daya saing.

Bupati mengatakan, salah satu strategi yang dikembangkan dalam program BID ini adalah Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) sesuai kebutuhan desa. Karena itu  kepada seluruh peserta kegiatan BID Kabupaten Bursel agar dapat memahami arah dan kebijakan program inovasi desa.

Loading...

“Kami berharap kepada seluruh peserta agar memanfaatkan waktu  mengikuti kegiatan ini sehingga memiliki pemahaman dan dapat diimplementasikan  untuk  peningkatan pengetahuan, singkronisasi perencanaan pembangunan desa dengan kabupaten,” kata Bupati dalam sambutannya itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintah Desa Kabupaten Bursel, David Saleky mengungkapkan, program BID  ini  memberikan rujukan tentang inovasi pembangunan desa serta merevitalisasi peran pendamping dan organisasi pemerintah daerah kabupaten dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pembangunan sumberdaya manusia serta infrastuktur desa.

“Melalui program ini diharapkan dapat memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif, sehingga penggunaan dana desa dapat menjadi investasi nyata dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Saleky.

Selain itu kegiatan ini, menurut Saleky  untuk memperkenalkan keberadaan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan pelaksanaan Program  Tim Inovasi Kabupaten (TIK) tahun anggaran 2018 kepada stakeholder terkait dalam mendukung pelaksanaan  Program Inovasi Desa baik di tahun berjalan dan di tahun – tahun berikutnya.

Dalam laporannya Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan dan Pemerintah Desa Kabupaten Bursel  Asma Mewar  menyampaikan, sasaran utama  untuk  peserta dalam BID yakni  pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.  Penyebarluasan praktek pembangunan inovatif dengan tujuan memberikan inspirasi kepada desa untuk memperbaiki kualitas perencanaan desa.

“Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa, yang bertujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis secara lebih berkualitas dari lembaga professional,” kata Mewar. Para peserta terdiri dari Kades, Ketua BPD dan tokoh masyarakat, total peserta secara keseluruan berjumlah 300 orang.(FIK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *