Pemkab Bursel Gelar Musrembang RKPD Tahun 2019, Lima Program Prioritas Dibahas

by
Wakil Bupati Bursel, Ayub Saleky didampingi Sekda Bursel (kopiah) membuka Musrembang RKPD-OPD Tahun 2019 di Kantor Bupati, Jumat (23/3).

TERASMALUKU.COM-NAMROLE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan (Bursel) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD – OPD) Tahun 2019. Musrembang yang berlangsung di aula kantor bupati ini  dibuka oleh Wakil Bupati Bursel, Ayub Saleky, Jumat (23/3). Musrembang  yang dikoordinir Bappeda dan Litbang Kabupaten Bursel ini merupakan agenda tahunan pemerintah  untuk membahas  program prioritas pembangunan di Bursel Tahun 2019.

Musrembang RKPD-OPD mengusung tema, pemantapan dan pemerataan pembangunan Kabupaten Bursel untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mengacu pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bursel yakni “ mewujudkan kemandirian Bursel secara berkelanjutan sebagai Kabupaten yang rukun berbasis Argo-Marine.

Wakil Bupati Bursel Ayub Saleky mengungkapkan, ada lima program prioritas pembangunan daerah Tahun 2019 yang dibahas. Yakni pertama, peningkatan kesejahteraan sosial dan penguatan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kedua, peningkatan penguatan wawasan kebangsaan dan jati diri masyarakat serta pemantapan tata kehidupan masyarakat yang aman, damai, tertib, taat hukum dan harmonis.

Program ketiga, penguatan kapasitas kelembagaan pemerintahan dan percepatan pembangunan sumber daya manusia. Keempat,  peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Dan kelima, peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur dan penyusunan rencana detail tata ruang.

Ayub dalam sambutannya minta  kepada seluruh pimpinan SKPD untuk lebih proaktif dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah baik pada Tahun  2018 maupun pada 2019 dalam rangka pengentasan kemiskinan di Bursel.

“Pelaksanaan Musrembang RKPD sebagai upaya sinergitas pembangunan antar sektor, olehnya itu butuh partisipasi aktif semua stekholder yang ada di daerah guna menyelaraskan rencana pembangunan dimasa yang akan datang  untuk saling ketergantungan dan saling mendukung, sehingga tidak terkesan tumpan tindih ,“kata Ayub.

Menurutnya, Pemkab Bursel telah berkomitmen untuk mengedepankan seluruh proses pembangunan yang pro rakyat, dan berpihak pada kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bursel. “Realitas yang terjadi adalah Kabupaten Bursel telah mengalami peningkatan kesejatraan sosial dan penguatan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan tingkat kemiskinan terendah ke dua setelah  Kota Ambon,” katanya.

Menurut Ayub, pada tahun 2011 kondisi kemiskinan di Bursel  berada pada angka 19,33 % dan pada tahun 2016 menurun menjadi 16,86 %. Selain itu pertumbuhan ekonomi Bursel dari tahun ke tahun mengalami Trend yang positif, dimana pada Tahun 2011 sebesar 57,98% meningkat pada tahun 2016 menjadi 62,19%.

Di samping itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu pada Tahun 2011 57,98% meningkat sebesar 62,19% pada Tahun 2016.  Sementara itu angka harapan hidup pada Tahun 2011 yaitu 64,88% meningkat menjadi 65,60% pada Tahun 2016. Selanjutnya angka harapan lama sekolah pada Tahun 2011 yaitu 10,39% meningkat pada Tahun 2016 menjadi 12,22%.

“Tahun 2019 merupakan tahun politik dimana, terdapat agenda politik nasional yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, untuk itu dibutuhkan program prioritas dan arah kebijakan pembangunan yang perlu untuk menjaga ketertiban dan keamanan,” kata Saleky.

Menurut Ketua Panitia Musrembang, Ihsan Laisow, pelaksanaan agenda Musrembang RKPD direncanakan akan berlangsung, Jumat 23 hingga  Sabtu 24 Maret.  Pemateri diantaranya, perwakilan Bapedda Provinsi Maluku, Sekda Bursel, Sahreol Pawa, Kepala Bapedda Bursel, Kader Tuasamu, Kadis Keuangan, Iskandar Walla dan Kadis Ketahanan Pangan, Hakim Tuankota. (FIK)