Pemkab Buru Wajibkan Warga Pakai Masker, Yang Melanggar Ini Sanksinya

by
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Buru membagikan masker ke warga yang akan masuk ke acara Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo di Desa Grandeng Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru, Minggu (4/10/2020). FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru mewajibkan setiap orang untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Langkah ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten berjuluk Bumi Bupolo itu, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk utamakan protokol kesehatan di masa pandemi civid-19.

Penerapan wajib memakai masker ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor: 27 Tahun 2020 yang mulai diberlakukan sejak 1 Oktober 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan atau dengan kata lain dilihat dari perkembangan kondisi kedepannya.

“Sekarang sudah diberlakukan, masyarakat wajib pakai masker,”ungkap Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru, Asis Tomia saat dikonfirmasi via seluler Selasa (6/10/2020).

Bagi masyarakat yang melanggar aturan ini, akan kena sanksi teguran tertulis. Teguran tertulis ini diterapkan selama dua pekan sejak Perbup ini diberlakukan.

Setelah itu kata Azis, sanksi akan ditingkatkan menjadi sanksi sosial. “Sanksi berupa teguran tertulis, setelah dua minggu akan ditingkatkan menjadi sanksi sosial,”sambungnya.

Loading...

Sanksi sosial yang bakal diterapkan bagi warga yang melanggar diantaranya seperti bersihkan jalan, angkat sampah, bagi yang laki-laki dikenai sanksi push up dan shit up.

“Itu sanksi sosial. Setelah itu kita evaluasi lagi apakah akan ditingkatkan menjadi sanksi denda atau bagaimana. Kalau sanksi denda 100ribu perorang. Tapi sanksi denda ini belum kita terapkan sekarang,”ujarnya.

Sejak diterapkannya aturan wajib masker ini, diakuinya, tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat memakai masker alami peningkatan, begitu juga di area perkantoran.

“Kalau kita pantau ada peningkatan penggunaan masker, kalau sebelum ini diterapkan biasanya ada yang keluar pakai masker, tapi saat masuk kantor lepas, sekarang Alhamdulillah ada peningkatan tinggi. Di jalanan juga sekarang tingkat ketaatan masyarakat meningkat, yang naik mobil maupun yang naik ojek sudah pakai masker, perubahan jauh sekali meningkat,”tandasnya.

Hingga Selasa 6 Oktober, sesuai data Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, di Kabupaten Buru tercatat 37 pasien covid-19. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *