Pemkab SBB  Maksimalkan Galian C Sumber PAD Unggulan

by
Sekda SBB Mansur Tuharea (ujung kanan) saat rapat bersama Banggar DPRD, Rabu (23/8). FOTO : RUL (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-PIRU- Salah satu potensi  sumber daya alam di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang  menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar  adalah pertambangan Galian C.  Pajak Galian C memilik andil besar dalam menggenjot PAD di kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa itu. Di Tahun 2016, PAD Kabupaten SBB  dari sektor Galian C melebihi target yakni Rp 2,5  miliar lebih.

Sekretaris Daerah (Sekda)  SBB, Mansur Tuahera menyatakan hal ini  dalam rapat evaluasi pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD SBB, Selasa (23/8).   Menurut Tuharea, pendapatan daerah dari pajak Galian C ini, mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dari tahun ke tahun, Galian C menjadi primadona PAD Kabupaten SBB.

“Karena memiliki potensi besar, Pemda berinisiatif  agar  Galian C dijadikan sebagai fokus pengelolaan sumber PAD di SBB. Pajak Galian C terus memberikan kontribusi besar bagi PAD kita, sehingga harus kita maksimalkan lagi pengelolaannya,” kata  Tuharea.

Guna memaksimalkan  pendapatan pajak dari Galian C ini, anggota Banggar dari Fraksi PKS, La Risno Judin, meminta  agar Pemda SBB segera melakukan penertiban dan penataan  aktivitas Galian C di lapangan.   Baik penertiban terhadap oknum pegawai pengelola pajak maupun perusahan yang berkepentingan dengan material Galian C tersebut.

Karena menurut Risno, berdasarkan data, pendapatan pajak yang bersumber dari Galian C tersebut selama ini, belum dikelola secara baik dan terjadi banyak penyalugunaan. “Galian C ini memang merupakan penyuplai terbesar bagi PAD. Tahun 2016 itu, kita targetkan pendapatan pajak Galian C, sebesar Rp 2 miliar. Tapi hasil akhir yang diperoleh melebihi target yakni,  Rp 2,5 miliar. Karena itu  Galian C harus  dikelola secara baik,” katanya.

Menurut Risno, pengelolaan secara baik bertujuan  bukan saja untuk target PAD  tapi juga mengatasi terjadinya pengrusakan lingkungan akibat praktek Galian C. Ia juga menyatakan,  berdasarkan temuan BPK, ada sejumlah perusahan yang tidak membayar pajak Galian C secara maksimal. Nilai yang tidak dibayarkan  itu menurut Risno,  jumlahnya ratusan juta rupiah.

“Kami mengindikasi, bukan perusahannya yang tidak taat pajak  tapi ada oknum petugas yang bermain dibelakang layar. Olehnya Pemda harus melakukan penertiban di lapangan sehingga PAD dari  Galian C ini makin besar, ” katanya. (RUL)