Pemkot Ambon Data 1.196 Rumah Rusak

by

TERASMALUKU.COM, Ambon,-Pemerintah Kota Ambon mendata sebanyak 1.196 rumah warga rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6.5 SR yang mengguncang Ambon pada 26 September 2019.

Posko bencana Kota Ambon mendata sebanyak 1.196 rumah rusak dengan rincian rumah rusak ringan sebanyak 680 unit, rusak sedang 256 unit dan rusak berat 251 unit yang tersebar di lima kecamatan, kata Wali kota Ambon Richard Louhenapessy.

“Data yang masuk per hari ini ke posko bencana berdasarkan laporan dari kepala desa, raja dan lurah sesuai nama dan alamat,” katanya, Selasa.

Ia mengatakan, data yang masuk cukup akurat sesuai laporan kades, lurah dan raja, dan tidak ada laporan yang masuk ke perorangan di posko.

“Seluruh data yang masuk akan diinventarisir dan dalam waktu dekat akan dilakukan konsultasi ke BNPB,” katanya

Richard menjelaskan, pihaknya merumuskan kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum sesuai kriteria yang ditetapkan BNPB sebagai standar dari tingkat kerusakan.

fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan yakni kampus, kantor pemerintah, sekolah, rumah ibadah, kampus, pertokoan, pasar, asrama hotel dan dua unit mobil yang rusak berat di IAIN.

“Selain bantuan dari BNPB juga dari Pemkot Ambon, setelah seluruh laporan masuk akan dilakukan inventarisasi secara akurat,” ujarnya.

loading...

Selain mendata kerusakan pihaknya juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi para pengungsi.

Data yang masuk ke posko bencana diverifikasi petugas, selanjutnya diberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok, dan bantuan perbaikan rumah yang rusak akibat gempa.

Penyaluran bantuan dari posko telah disalurkan melalui perangkat desa ke setiap tenda pengungsian seperti kawasan Gunung Nona, Taeno, Passo dan lainnya.

“Bantuan yang dibagikan sebanyak 1.196 paket dengan jumlah jiwa 5.980, bantuan difokuskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau pengungsi yang menempati tenda,” kata Richard.(Ant)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *