Pemkot Ambon Gandeng 400 Penjahit Untuk Bagi 100 Ribu Masker Gratis

by
ilustrasi pakai masker

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mewajibkan warga pakai masker meski di luar ruangan. Kebijakan itu dibarengi dengan rencana membagikan 100 ribu masker kepada warga oleh pemerintah kota.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan ratusan ribu masker untuk dibagikan gratis. Inisiatif itu dilakukan dengan memberdayakan sebanyak 400 orang penjahit. Terhitung mulai dari Latuhalat hingga Laha.

“Untuk menyiapkan masker, kita tidak beli dari luar, tapi kita akan berdayakan para penjahit yang ada di Kota Ambon,” kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dilansir dari keterangan pers Tim Media Center, Jumat (10/4/2020).

Ide tersebut datang setelah masker makin langka di pasaran. Satu-satunya jalan dengan membuat masker kain. Pemerintah, kata Richard sengaja tidak membeli dari luar. namun mereka memberdayakan sejumlah penjahit yang tersebar di Kota Ambon. Penjahit besar pun penjahit rumah dengan skala kecil. Namun memang belum ada data detil terkait jumlah penjahit di tiap kecamatan.

Menurut Richard berdasar hasil survei, satu orang penjahit mampu hasilkan 50 potong masker. “Hari rata-rata para penjahit mampu membuat 42 hingga 45 buah masker, yang berarti setiap hari total masker yang dapat dihasilkan sebanyak 17 ribu hingga 18 ribu buah, maka total dalam seminggu sebanyak lebih dari 100 ribu buah masker,” jelas Walikota.

Loading...

Masker itu nantinya dibagi secara cuma-cuma kepada warga. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi warga untuk tidak mengenakan masker di luar ruangan. Sementara itu di tingkat penjahit, mereka mengaku telah kebanjiran pesanan masker. Baik pemesan pribadi maupun pemerintah. Lisye Tahamata, seorang penjahit rumahan di lorong Maranatha mengaku tengah menggarap masker pesanan pemerintah.

“pemerintah dong pesan masker dari beta. Satu hari tu bisa bikin 50an lebih lah. Beta bikin nanti pemerintah beli harga Rp 7.500,” terang Lisye kepada Terasmaluku.com saat mengambil kain gratis dari gerakan yang diinisiasi Baronda.id untuk dibuatkan masker. Lisye membenarkan jika pemerintah kota telah menghubunginya terkait pembuatan masker. Satu potong masker kain dihargai Rp 7.500.

Selain dia, penjahit di Lorong Pandan, Kebun Cengkeh Ambon juga membenarkan hal itu. Choken, tengah membuat masker pesanan pemerintah. Dia malah menerima pesanan tidak hanya dari pemerintah provinsi, namun juga dari Pulau Buru. “Beta pesanan ada banyak. pemerintah su kontak beta buat itu,” kata dia. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *