Pemkot Ternate Bongkar Sebagian Lapak di Kawasan Terminal Gamalama

by
Pemkot Ternate akhirnya membongkar sebagian lapak di kawasan terminal Gamalama, menyusul adanya aksi protes sopir angkutan karena tertutupnya jalan ke terminal tersebut (Abdul Fatah)

TERASMALUKU.COM, TERNATE,– Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) akhirnya membongkar sebagian lapak di kawasan terminal Gamalama, menyusul adanya aksi protes sopir angkutan karena tertutupnya jalan ke terminal tersebut.

“Kami telah membuka akses pintu masuk terminal untuk ujicoba, karena  kemacetan yang sering terjadi di areal terminal dan pasar Gamalama,” kata Penjabat Wali kota Ternate, Hasyim Daeng Barang di Ternate, Kamis.

Oleh karena itu, dia memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk membongkar beberapa unit lapak yang terletak di bagian jalan raya pasar.

Hasyim mengatakan, pembongkaran lapak itu sesuai hasil rapat bersama Dishub dan dinas terkait lainnya.

Menurutnya, dengan membongkar beberapa lapak dan membuka akses pintu masuk dari arah timur akan mengurangi tingkat kemacetan yang sering terjadi di depan pasar Higenis dan pasar Barito.

Olehnya itu, dengan begitu mobil angkutan dari arah selatan dan utara pun bisa langsung masuk ke terminal, selanjutnya keluar ke arah barat, sehingga nantinya tidak ada kendaraan yang masuk dua arah.

“Kami melakukan ini, sehingga masyarakat yang akan berbelanja merasa nyaman. Begitu pun pengguna jalan dan pedagang harus ditata dengan baik, sehingga nantinya masyarakat tidak lagi berjualan di bahu jalan,” katanya

Dia berharap, menjelang Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, semua pedagang di bahu jalan, trotoar dan area parkir bisa menertibkan dagangan masing-masing dan tidak berjualan lagi di kawasan tersebut.

Untuk ujicoba rencananya dilakukan selama satu minggu sejak 1 April 2021 dan jika ini berhasil maka akan berlanjut. Namun, jika tidak, maka Pemkot Ternte akan mencari alternatif lainnya, agar tidak ada kemacetan dan pedagang yang sembraut di bahu jalan.