Pemkot Tual Libatkan Tokoh Agama Kampanye Protokol Kesehatan

by
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pemkot Tual, Mochsen Ohoiyuf. Foto: Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tual, Mochsen Ohoiyuf mengungkapkan, dalam upaya penanganan dan pencegahan covid-19, kampanye protokol kesehatan kepada warga, pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan terus dilakukan Satgas.

Untuk memberikan edukasi ini, Satgas dan Pemkot Tual juga melibatkan tokoh-tokoh agama. “Edukasi tetap kita lakukan dan juga melibatkan tokoh agama pada saat ibadah-ibadah seperti ibadah minggu, ibadah shalat jumat, itu disampaikan,”jelasnya kepada Terasmaluku.com, Selasa (13/10/2020).

Disamping itu Satgas yang didukung TNI/Polri rutin melakukan razia-razia penggunaan masker terhadap warga. Langkah ini dilakukan, agar warga di Kota Tual taat protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19. Saat razia, petugas lapangan juga melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan.

“Yang jelas itu satu hal yang wajib dan harus dilakukan sosialisasi dengan melibatkan seluruh unsur, Satgas, TNI/Polri bahkan setiap hari merazia ruas-ruas jalan tertentu, bahkan pada hari libur kita masih melakukan sosialisasi dan aksi swiping dalam penggunaan masker,”ungkapnya

Loading...

Bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker di jalan, lanjut Mochsen, akan langsung dibina di tempat. “Kalau kedapatan yang melanggar kita tahan dan dibina langsung supaya ada efek jera karena kalau dia kena virus bisa berdampak bagi keluarga dan lingkungan sekitar,”sambungnya.

Begitu juga dengan izin keramaian, kata Mochsen, tidak asal-asalan kegiatan keramaian diizinkan. Tetapi hanya yang sifatnya mendesak dan menyangkut kebutuhan masyarakat barulah diberikan izin.

“Izin untuk keramaian pun kita melihat dulu urgensinya, kalau urgensinya hanya bersifat hura-hura maka ditolak tidak kita keluarkan izin, tapi kalau yang mendesak dan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat kita kasi izin,”ujarnya.

Sementara untuk lingkungan sekolah, lanjut Mochsen para pelajar dibagi bergiliran untuk masuk sekolah. “Dibagi shif ada yang masuk jam 8, ada yang masuk jam 10 sampai jam 12 dan ada yang masuk jam 1 hingga jam 4 sore,”terangnya.

Untuk sistem kerja ASN, kata Mochsen, tetap berjalan seperti baisa tapi wajib masker, jaga jarak, cuci tangan. “dan setiap kegiatan itu wajib perhatikan protokol kesehatan,”imbuhnya.

Total kasus terkonfirmasi di Tual hingga Selasa (13/10/2020) kata Mochsen berjumlah 36 kasus.  Tujuh pasiennya dinyatakan sembuh tersisa 29 pasien dalam perawatan. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *