Pemprov Maluku Gelar Pasar Murah Jelang Ramadhan

by
Sekda Maluku memantau pasar murah menjelang Bulan Ramadhan yang dipusatkan di pelataran Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Senin (7/5).

 

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar pasar murah menjelang Bulan Ramadhan yang dipusatkan di  pelataran Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Provinsi Maluku, Senin (7/5). Pasar murah dibuka Sekda Maluku Hamin Bin Thaher.  Harga yang ditetapkan pun punya selisih yang cukup jauh dengan harga distributor. Tak heran warga pun berbondong-bondong memadati pasar untuk berbelanja stok kebutuhan jelang Ramadhan.

Sekda memantau masing masing stan penjualan. Kebutuhan pokok yang dijual antara lain bahan bahan pokok rumah tangga. Seperti gula pasir 1 kg dijual dengan harga Rp 11.000,  selisih Rp 2.000 dari harga jual di pasar tradisional seharga 13.000 perkilogram.  Tepung terigu merek dagang kompas di pasar tradisional 1 kg dijual Rp 10.000 dipasar murah dijual hanya Rp 8500 serta sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya. Barang barang yang dijual ini antara lain menjadi bahan utama warga untuk membuat kue.

Pasar murah ini diharapkan agar warga bisa Lebih terbantu memasuki bulan Ramadhan. “Tujuan dari pada pasar murah ini tidak lain untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Jadi masyarakat tidak akan resah,” kata Sekda. Menurut Sekda, untuk memastikan harga stabil, pihaknya juga bakal melakukan kontrol dengan memantau harga terutama di distributor. Hasilnya dia memastikan harga sembako di Maluku khususnya Kota Ambon stabil.  “Dari Bulog Divre Maluku  dan Dinas Perindag sudah cek dan harga sembako stabil,” kata Sekda. Pihaknya juga bakal mengupayakan harga sembako tidak mengalami kenaikan  sama seperti saat Desember 2017.

loading...

Selain pasar murah di Kota Ambon, Pemprov Maluku juga melakukan hal yang sama secara mobile yakni di Kecamatan Salahutu dan Kecammatan Lehitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Pasar murah mobile yang dilakukan Pemprov Maluku rencanya akan  berlangsung dua hari mulai dari tanggal 8 sampai dengan 9 Mei 2017.

Sementara Kepala Disperindag Maluku, Elvis Pattiselano mengatakan sesuai data terakhir Disperindag,  stok bahan kebutuhan pokok  dalam jumlah yang cukup sampai dua bulan kedepan kecuali telur. Namun menurutnya, Disperindag tidak begitu khawatir pasalnya transportasi laut untuk membawa telur dan kebutuhan pokok lain tersebut lancar. “Rata-rata dalam seminggu dua hingga tiga kapal masuk dengan ratusan kountainer. Akhir-akhir ini kita secara nasional yang menjadi masalah itu hanya bawang merah,” ungkap Elvis.

Namun menurut Elvis, pihaknya telah mengirim dua staf Disperindag ke Pulau  Jawa untuk menemui produsen dan berkoordinasi dengan pihak Perum  Bulog Maluku. Bila Bulog menyanggupi maka pihak produsen bersedia menjual bawang merah dengan harga yang telah disesuaikan. Elvis mengakui stok bawang merah memang sedang terganggu sehingga mempengaruhi harga jual secara nasional. (UAD)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *