Pemprov Maluku Integrasikan 16.880 Jamkesda ke JKN-KIS

by
Plt Gubernur Maluku dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Integrasi Jamkesda ke program JKN-KIS, Senin (28/5/2018). FOTO : HUMAS BPJS Kesehatan Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebanyak 16.880 jiwa yang tersebar di 11 Kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Integrasi Jamkesda ke Program JKN-KIS antara Pemprov Maluku dengan BPJS Kesehatan Cabang Ambon di Ruang Rapat lantai II Kantor Gubernur, Senin (28/5/2018).

Penandatanganan dilakukan Plt. Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Afliana Latumakulita, dihadiri Sekda Maluku Hamin Bin Tahir dan SKPD yang terkait dalam penyusunan Perjanjian Kerjasama ini. Dalam sambutannya Sahuburua mengapresiasi BPJS Kesehatan Cabang Ambon yang telah bekerja sama dengan Pemprov Maluku untuk menjamin dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

loading...

“Dengan penandatanganan perjanjian kerjasama ini diharapkan agar Dinas Kesehatan Provinsi Maluku bersama BPJS Kesehatan Cabang Ambon saling bersinergi dalam menanggulangi peserta jaminan kesehatan yang sedang dan akan mendapatkan jaminan kesehatan secara terpadu,”ungkap Sahuburua.

Sahuburua juga menyampaikan harapannya agar fasilitas kesehatan di Provinsi Maluku merata agar masyarakat yang berada di pelosok juga dapat menjangkaunya. “BPJS Kesehatan diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal pemenuhan dokter praktik perorangan selain puskemas di wilayah kabupaten/kota diluar kota Ambon. Karena kita ketahui bersama bahwa Propinsi kita adalah kepulauan, sehingga sangat penting masyarakat yang berada dipelosok pulau-pulau terluar juga dapat merasakan manfaat dari Jaminan Kesehatan Nasional ini.”

Pada kesempatan yang sama, Afliana Latumakulita juga menerangkan bahwa penandatanganan kerjasama ini merupakan salah satu bentuk peran serta Pemprov Maluku dalam upaya optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional sesuai dengan Instruksi Presiden No 8 Tahun 2017.

Sampai dengan 25 Mei 2018, jumlah peserta JKN-KIS di Maluku ini sebanyak 1.325.814 jiwa. Itu artinya masih ada sekitar 500 ribuan penduduk di Maluku yang belum memiliki Jaminan Kesehatan dan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Kami terus berupaya bersinergi dengan pemerintah daerah untuk dapat mengejar Universal Health Coverage pada 1 Januari 2019 atau minimal 95% penduduk se Provinsi Maluku memiliki Jaminan Kesehatan Nasional. Tentunya dengan dukungan dari Pemerintah baik Kabupaten / Kota dan Provinsi serta instansi terkait agar dapat mendata dan mengalokasikan anggarannya untuk Jaminan Kesehatan khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu,” katanya.(ADV)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *