Pemprov Sulawesi Tengah Menargetkan Gelar Pasar Murah Tujuh Kali Dalam Setahun

by
Wagub Sulteng Rusli Palabbi memantau harga barang dan makanan pada pasar murah yang digelar oleh Pemprov Sulteng, di Palu, Selasa. (ANTARA/HO-Biro Humas Setda Pemprov Sulteng)

TERASMALUKU.COM, PALU,– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan pelaksanaan pasar murah, dapat dilaksanakan sebanyak tujuh kali dalam setahun, dalam rangka mengendalikan harga kebutuhan pangan dan komiditi di tingkat masyarakat.

“Hal ini juga sebagai bentuk upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, apalagi jelang Ramadhan dan di masa pandemi COVID-19,” ucap Wakil Gubernur Sulteng Rusli Palabbi, di Palu, Selasa.

Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, menjadi satu sasaran tempat pelaksanaan pasar murah yang berlangsung di Lapangan Tangkasi, Kelurahan Birobuli Selatan berlangsung selama tujuh hari.

Pelaksanaan pasar murah di wilayah tersebut, kata Wagub Rusli Palabbi menjadi pasar murah pertama dari tujuh pasar murah yang ditargetkan oleh Pemprov Sulteng.

“Rencananya, pasar murah akan digelar tujuh kali dalam setahun dan yang ini merupakan perdana di tahun ini,” ujar Rusli Palabbi.

Pemprov Sulteng, sebut Wagub melibatkan para distributor barang dan makanan, para pengusaha tokoh ritel atau eceran, dan sejumlah produk UMKM binaan organisasi perangkat daerah.

“hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang telah dikemas oleh kelompok masyarakat binaan organisasi perangkat daerah di bidang pangan, juga terlibat di pasar murah ini,” ungkapnya.

Wagub turut serta memantau harga barang dan makan serta kebutuhan pokok yang diperjual belikan di pasar murah tersebut. Menurut dia, dari hasil pengecekan, harga komoditi bahan-bahan pokok keperluan rumah tangga yang dijual masih wajar dan terjangkau.

Seperti telur berkisar Rp40.000/rak, beras Rp90.000/10 kilo gram, gula pasir Rp10.000/kilo gram, dan minyak goreng Rp14.500/liter.

Wagub Rusli juga mengingatkan kepada pelaksana pasar murah dan pengunjung agar tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Dengan situasi pandemi COVID-19 supaya protokol kesehatan tetap dijaga selama transaksi,”  katanya.

Agar asas keadilan dan pemerataan terjaga, Wagub Rusli juga mengimbau pembeli jangan sampai memborong habis semua barang dan makanan.

“Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan pasar murah yang hanya dua hari dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Subagyo