Pemprov Target 2030 Bebas HIV/AIDS

by
Kepala Dinas Kominfo Maluku Frona Koedoeboen memberikan sambutan saat membuka Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2018. FOTO: Nair Fuad

TERASMALUKU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Mencatat terdapat 3.783 kasus HIV/AIDS dalam kurun waktu 23 tahun. Jumlah itu diantaranya HIV sebanyak 1.937 kasus dan 1.846 kasus AIDS, terhitung dari 1994 hingga 2017. Pemerintah pun menarget pada 2030 Maluku bebas ancaman virus tersebut.

Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaf yang di wakili Kepala Dinas Kominfo Maluku Frona Koedoeboen saat membuka Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2018 di Lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku Rabu (19/12).

Dari jumlah total yang disebutkan, 77 persen kasus terjadi pada golongan rentan umur 15 hingga 39 tahun. Aktifitas seksual, merupakan cara penularan virus terbesar mencapai 79 persen. Baru kemudian penularan melalui penggunaan narkoba sebesar 13 persen.  

Berdasar data survei lapangan kasus HIV/IDS terbanyak ada di Kota Ambon. Urutan kedua diisi Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Aru, Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Seram Bagian Timur, Buru, Maluku Barat Daya dan Buru Selatan. 

Loading...

“Jadi seluruh Kabupaten dan Kota di Maluku sudah terpapar HIV-AIDS. Jumlah kasus HIV-AIDS yang tercatat pada tahun 2017 sebanyak 349 kasus. Jadi perbulan rerata 29 kasus, suatu angka yang cukup tinggi,” ungkap Frona.

Pemerintah daerah punya target 2030 Maluku bebas HIV/AIDS. Yakni melalui triple eliminasi. Tidak ada tidak ada lagi infeksi baru HIV,  tidak ada lagi kematian akibat AIDS dan tidak ada lagi Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV – AIDS). Selain itu bisa dilakukan dengan tes HIV dan pengobatan Anti Retro Viral(ARV) sedini mungkin jika terdiagnosa HIV.

“Maka kesehatan dan kualitas hidup kita tetap terjaga, sehingga kita tetap produktif untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat,”ujarnya. Karena semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini, maka dapat mendorong percepatan penurunan Epidemi dan pencapaian eliminasi HIV-AIDS di Maluku. (NAIR FUAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *