Pemprov Tawarkan Konsep Pengembangan Sektor Perikanan Malut Dalam Program LIN ke Pemerintah Pusat

by
Salah satu sarana infrastruktur SKPT Kabupaten Pulau Morotai (Antara/Abdul Fatah)

TERASMALUKU.COM, TERNATE- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menawarkan konsep pengembangan Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) dalam program Lumbung Ikan Nasional (LIN) ke Pemerintah Pusat.

Pemprov Malut telah tawarkan konsep dalam mendukung pengembangan sektor perikanan Malut di berbagai daerah, karena memiliki komoditas unggulan yang menjadi fokus pengembangan perikanan budidaya, yaitu ikan kakap, kerapu, bobara, udang vaname, dan rumput laut. Budidaya ini fokus di keramba jaring apung,” kata Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, Abdullah Assagaf dihubungi dari Ternate, Minggu.

Dia menyatakan, konsep yang dikirim ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarvest RI) berdasarkan Inpres nomor 7 tahun 2016 tentang Percepatan Industri Perikanan Nasional.

Ada empat SKPT yang diusulkan dalam program LIN, Pertama Pulau Morotai membawahi Halmahera Timur. Kedua, Sofifi membawahi Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, dan Halmahera Tengah. Ketiga, SKPT Halsel. Keempat, SKPT Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.

Namun, kata Abdullah, sesuai arahan Menkomarvest, Luhut Binsar Pandjaitan saat menerima kunjungan Gubernur KH Abdul Gani Kasuba pada 23 Februari 2021 lalu, hanya dua yang menjadi fokus pengembangan, yakni SKPT Halsel dan SKPT Kepulauan Sula-Pulau Taliabu.

“Dimana untuk Kabupaten Halsel potensinya luar biasa, kemudian Kepulauan Sula lebih dekat dekat dengan Ambon, Maluku. Setiap SKPT ada kegiatan Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, dan Pemasaran Hasil Olahan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya…