Pemuda Kota Masohi Diskusi Tangkal Paham Radikalisme

by

TERASMALUKU.COM, MASOHI, – Dalam menciptakan generasi muda Kota Masohi yang Pancasilais, Sejumlah Pemuda di Kota Masohi mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama MUI Kabupaten Maluku Tengah dengan tema “Menangkal Pengaruh paham Radikalisme dikalangan Pemuda Kota Masohi demi terwujudnya Pemuda yang Pancasilais”

Kegiatan yang dilaksanakan di Mesjid Al-Muhajirin Kota Masohi pada hari Kamis (4/3/2021) tersebut diisi oleh sejumlah Narasumber.

Seperti Ketua MUI Kabupaten Maluku Tengah Hi. Rajab Sese, Ustd. Hamdan dan Ustd. Sulaiman Parry yang memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya dari Paham Radikalisme, Intoleran dan Anti Pancasila yang dapat berkembang di masyarakat.

Ketua MUI Maluku Tengah Hi. Rajab Sese mengajak kepada pemuda yang hadir dalam diskusi tersebut untuk tidak terpengaruh dengan Radikalisme, menurutnya Radikal itu membentuk sifat Kekerasan sehingga diharapkan generasi muda dapat menangkalnya dengan selalu jaga iman dengan berikhtiar dan berdzikir agar tidak mudah dipengaruhi.

Ketua MUI juga mengajak untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan di Indonesia dengan memahami dan menyelamatkan Pancasila karena Pancasila merupakan hasil pikir para ulama yang bertujuan untuk menyatukan Indonesia.

Selain itu Ustd Hamdan mengatakan Radikal tidak hanya terkait suatu agama atau golongan tertentu sehingga pentingnya memberikan pemahaman kepada Generasi muda di Kota Masohi dengan pemahaman agama yang baik dan utuh sehingga pemahaman radikal dapat dicegah.
Dirinya juga mengajak kepada generasi muda kota Masohi untuk jangan mudah dan gampang terperangkap dengan pemahaman Radikal.

“Jangan mudah percaya dengan ajakan yang menggiring kita ke pemahaman yang menyimpang, jika tidak paham tentang informasi yang didapat segera hubungi Tokoh Agama yang tepat atau langsung mengklarifikasi kepada MUI”.

Senada dengan hal tersebut Ustd. Sulaiman Parry mengatakan Radikalisme terjadi karena keterbatasan ilmu dan informasi yang didapat. Jika dibiarkan akan menjadi masalah yang sewaktu-waktu menjadi ancaman di Kota Masohi.

Untuk itu perlu disikapi dengan bijak, dan dirinya mengharapkan melalui kegiatan diskusi menangkal bahaya Radikalisme seperti ini harus rutin dilaksanakan untuk dapat terciptanya situasi kota Masohi yang damai.

Pada akhir diskusi para pemuda yang hadir menyatakan sikap untuk siap membantu dan mendukung Pemerintah menolak Paham Radikal di Kota Masohi untuk Keutuhan NKRI. (PRISKA BIRAHY)