Pemuda Maluku Harus Mampu Lahirkan Pemimpin Yang Menjadi Kebutuhan Mayarakat

by
DPD AMPI Kota Ambon menggelar Diskusi Bertajuk 'Rumah Pembaharuan' dengan tema "Anak Muda dan Politik yang berlangsung di Neo Caffe, Jumat (23/2).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Ambon dibawah kepemimpinan Ahmad Ilham Sipahutar, menggelar Diskusi Bertajuk ‘Rumah Pembaharuan’ dengan tema “Anak Muda dan Politik di Neo Caffe, Jumat (23/2).  Diskusi  menghadirkan narasumber anggota DPR RI Eka Sastra dari Fraksi  Partai Golkar, Ketua Masica ICMI Maluku Ruslan Tawari dan anggota DPRD Maluku dari Fraksi Partai Demokrat  Bahtiar La Galeb dengan peserta perwakilan sejumlah OKP dan LSM.

Bahtiar mengungkapkan, sebagai anak muda sudah menjadi tanggungjawab menjaga keseimbangan peran pemuda dalam mengawal proses-proses pesta demokrasi di daerah. Menurutnya, pemuda harus mampu melahirkan pemimpin yang diinginkan masyarakat. “Kebetulan kita di Maluku lagi melaksanakan even besar Pilkada Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tenggara dan Walikota Tual, tentu peran pemuda sangat penting menjaga keseimbangan-keseimbangan dalam mengawal pesta demokrasi. Sehingga pemuda  mampu melahirkan pemimpin yang menjadi kebutuhan rakyat Maluku yang multikultur, multiagama,”ungkap Sekretaris Fraksi Demokrat Maluku  DPRD Maluku ini.

Menurut Bahtiar,  secara geografis wilayah Maluku merupakan daerah kepulauan, dipisahkan oleh pulau-pulau. Hal ini tentu sangat  penting bagi siapun yang terpilih memimpin Maluku harus melihat dan membangun semua wilayah di Maluku.”Pemuda tidak terjebak dalam suatu dinamika politik yang nanti tentu akan didominasi oleh orang-orang yang berkepentingan langsung. Sekalipun hari ini, saya orang partai, tetapi tanggungjawab kita sebagai generasi muda di Maluku tentunya, yang lebih penting adalah kita harus mengawal dan bisa melahirkan pemimpin yang terbaik buat kita, “katanya.

Ia mengatakan anak muda di Maluku harus tunjukan memiliki kemampuan  dalam mengawal proses-proses politik. Karena, pemuda dan politik itu satu sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Disisi lain menurut  Ruslan Tawari, anak muda jaman kini  tidak boleh alergi politik. Karena  sesungguhnya menurut dosen Fakultas Perikanan Unpatti ini,  apa dilakukan saat ini dan ke depan adalah politik.

“Memang pada ranah politik pemerintah, ada hal-hal yang dibatasi dalam rangka memberikan ruang kepada masing-masing orang yang berada pada posisinya masing-masing,untuk mendapatkan haknya. Yang ingin Saya pertegaskan adalah bahwa pemuda tidak boleh alergi politik. Karena tingkat kegalauan anak muda itu, kemudian dia tidak mampu menempatkan dirinya untuk membantu kebutuhan yang akan datang seperti apa,”tuturnya.

Sementara itu, Eka Sastra mengungkapkan, sebagai anak muda harus kreatif menghadapi proses pembangunan bangsa Indonesia saat ini. Juga  menghadapi even Pilkada, peran pemuda sangat diperhitungkan oleh para bakal calon. Menurutnya, harus timbul kesadaran, termasuk kepedulian generasi muda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi program rutin dari teman-teman muda di setiap kota, kegunaan dari suara parkit agar ada sinkronisasi dan ada upaya untuk saling berdiskusi mengenai agenda agenda politik bersama. Intinya,ada inspirasi yang diberikan oleh teman-teman AMPI Kota Ambon kepada teman-teman yang lain,”ujarnya. (IAN)