Pemudik Kapal Perintis Banda, Tual Demo di Pelabuhan Ambon

by

AMBON- Seratusan   penumpang kapal perintis yang hendak mudik lebaran ke Banda Naira dan Kota Tual  berunjukrasa ke Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon,  Selasa (28/6)  siang. Mereka menuntut  pihak KSOP Ambon memberi izin penumpang berangkat  dengan kapal perintis jenis cargo  tersebut.  Dalam aksi ini, penumpang yang kebanyakan ibu-ibu terlibat perang mulut dengan petugas Kantor KSOP Ambon yang berlokasi  di kompleks Pelabuhan Ambon itu.

Penumpang  menyatakan, mereka sudah memiliki tiket,sebagian juga sudah menyewa kamar milik anak buah kapal (ABK) tersebut.

Sesuai jadwal,  kapal perintis itu  berangkat pada Senin  (27/6) malam dengan tujuan Pelabuhan Banda Naira, Kota Tual dan wilayah lainnya. Namun karena ada ratusan penumpang di atas kapal perintis itu, pihak  KSOP Ambon tidak memberi izin kapal berlayar.

Menurut penumpang, seharusnya mereka pulang dengan KM.Tidar  pada 4 Juli mendatang. Karena tidak dapat tiket mereka terpaksa  naik  kapal perintis, dengan harapan  bisa berangkat dengan kapal tersebut.

Namun setibanya di kapal perintis, ada informasi kalau KM.Pangrango akan berangkat ke Banda dan Kota Tual pada Rabu (29/6) malam. Padahal penumpang sudah membeli tiket kapal perintis

Bukan soal itu saja, menurut penumpang, barang – barang mereka  seperti sembako terancam busuk kalau tidak segerah diberangkatkan. Apalagi informasi keberangkatan KM.Pangrango juga simpang siur.

“Kami penumpang tujaun Banda dan Tual  minta agar pimpinan KSOP Ambon memberi izin kepada kami bisa berangkat dengan kapal perintis. Karena tiket kapal pelni sudah habis, satu-satunya kapal ke Banda untuk bisa berlebaran adalah kapal perintis,” kata Suarjali, penumpang Banda.

loading...

Namun tuntutan penumpang ini ditolak petugas KSOP Ambon. Kepala KSOP Ambon  Haekal Marasabessy yang menemui penumpang menyatakan, pihaknya tidak akan memberi izin penumpang berlayar dengan kapal perintis tersebut, apalagi saat ini cuaca tidak menentu. “Ini  demi keselamatan bapak dan ibu para penumpang, kapal perintis itu tidak layak untuk naik, itu kapal cargo.  Karena itu kami tidak izinkan penumpang naik ke kapal perintis,” katanya.

Sebagai gantinya, Haekal menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT.Pelni Cabang Ambon, agar penumpang kapal perintis itu bisa diangkut dengan KM.Pangrango, yang secara khusus dikerahkan untuk angkut pemudik asal Banda dan Tual pada Rabu malam.

Namun menurut Haekal, jika penumpang  KM.Pangrango sudah penuh, maka pihaknya siap  mengerahkan KM. Sabuk Nusantara, yang kini berlabu di Pelabuhan Gudang Arang, Benteng,untuk mengangkut penumpang kapal perintis tersebut.  Setelah mendapat penjelasan dari Haekal, para penumpang membubarkan diri. ADI

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *