Pemupukan Berimbang Untuk Tanaman Padi Sawah Oleh : Edwen D Waas

by
Edwen D Waas,staf peneliti pada BPTP Maluku. FOTO : DOK.PRIBADI

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi padi nasional adalah efisiensi penggunaan masukan yang berkaitan secara langsung dengan peningkatan pendapatan petani dan kelestarian lingkungan. Anjuran dosis pemupukan padi sawah secara nasional dinilai tidak efisien karena beragamnya kondisi kesuburan tanah antar wilayah atau bahkan antar lokasi dalam suatu wilayah.

Penerapan pemupukan berimbang berdasarkan uji tanah memerlukan data analisa tanah. Di sisi lain, daya jangkau penyuluh dan petani untuk menganalisis contoh tanah rendah, menyebabkan rekomendasi pupuk untuk padi bersifat umum dan seragam untuk seluruh Indonesia. Hal ini mengakibatkan pupuk yang diberikan tidak berimbang karena kemungkinan suatu unsur hara diberikan secara berlebihan, sementara unsur hara lainnya diberikan lebih rendah dari yang dibutuhkan tanaman sehingga efisiensi pemupukan menjadi rendah.

Pupuk adalah bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman yang jika diberikan ke pertanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Pemupukan adalah merupakan suatu cara pemberian unsur hara atau pupuk kepada tanah yang tujuannya agar dapat diserap olah tanaman (unsur hara adalah makanannya tanaman). Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan.

Jadi pemupukan berimbang merupakan pemenuhan hara yang berimbang dalam tanah, bukan berimbang dalam bentuk dan jenis pupuk. Pemupukan diberikan bagi hara yang kurang dalam tanah, yang sudah cukup diberikan hanya untuk memelihara hara tanah supaya tidak berkurang. Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda.

Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : jenis pupuk yang digunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan. Peningkatan produksi pertanian dapat dicapai melalui pendekatan teknologi yang tepat antara lain dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang spesifik lokasi. Saat ini teknologi pemupukan sesuai anjuran hampir tidak dilakukan oleh sebagian petani Indonesia, sehingga menyebabkan pemupukan menjadi tidak berimbang.

Kebutuhan hara Tanaman

Tanaman Memperoleh Makanan dapat berasal dari udara, air tanah, dan unsur-unsur hara organic sebagai contoh : –

  • Dari udara dan air tanah : Karbon (C ) Hidrogen ( H ), Oksigen (O)
  • Dari tanah, pupuk buatan dan kotoran hewan : Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium ( K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur ( S ), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Klorin (Cl), Co ( Kobalt)

Unsur-unsur tersebut memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan tanaman, masing-masing unsur memiliki fungsi yang spesifik dan tidak dapat digantikan oleh unsure yang lain. Dalam hal peningkatan produksi pertanian penggunaan pupuk berimbang sangat penting karena dengan pemberian pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S. dapat meningkatkan produksi padi yang ada.

Fungsi dan Manfaat Pemupukan Berimbang :

  1. Pupuk Nitrogen (N) yang berupa Amonium sulfat/ZA (NH4)2SO4, Urea (CO (NH@)2), Amonium nitrat (NH4NO3).

Fungsi dari pupuk Nitrogen (N) bagi tanaman antara lain :

  • Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun
  • Membuat warna daun lebih tampak hijau
  • Memperbanak anakan
  • Memperbaiki mutu dan jumlah hasil
  1. Pupuk P (Fosfor) yang termasuk pupuk ini adalah super pospat tunggal (ES), Double superfosfat (DS) dan Triple super fosfat (TSP), pupuk fosfor sebetulnya juga larut dalam air tetapi tidak secepat pupuk Urea.

Fungsi dari pupuk Fosfor (P) bagi tanaman antara lain :

Loading...
  • Memperpanjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman mudah menyerap makanan
  • Menguatkan batang dan mempercepat proses pemasakan buah
  • Memperbaiki Mutuh dan jumlah hasil
  1. Pemupukan K (Kalium) yang termasuk dalam pupuk kalium adalah pupuk kalium tunggal antara lain kalium Zulfat (ZK), kalium mangnesium sulfat.

 

Fungsi Pupuk Kalium (K) bagi tanaman antara lain :

  • Memperbaiki pertumbuhan tanaman
  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama/penyakit
  • Memperbaiki mutu hasil

 

PEMUPUKAN BERIMBANG

Dikenal beberapa istilah dalam pemupukan, yaitu pemupukan berimbang, pemupukan spesifik lokasi, dan pengelolaan hara spesifik lokasi yang pada dasarnya identik satu sama lain. Namun pemupukan berimbang sering disalahartikan sebagai pemupukan lengkap  (N, P, K, S, …dst) dan diidentikkan dengan penggunaan pupuk majemuk. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pupuk, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pemupukan berimbang mengacu kepada keseimbangan antara unsur hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan sasaran tingkat hasil yang ingin dicapai dengan ketersediaan hara dalam tanah, seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1.  Mengingat beragamnya kondisi kesuburan tanah antara lokasi satu dengan lainnya, maka takaran dan jenis pupuk yang diperlukan untuk lokasi-lokasi tersebut berbeda.  Oleh sebab itu, pemupukan berimbang sering pula disebut pemupukan yang rasional atau pengelolaan hara spesifik lokasi (PHSL). Pemupukan spesifik lokasi tanaman padi adalah suatu upaya menambah/menyediakan semua hara utama untuk kebutuhan tanaman padi sehingga dapat tumbuh secara optimal.  Sumber hara tanaman dapat berasal dari bahan alami dan atau pupuk kimia (anorganik).

Untuk setiap ton gabah yang dihasilkan tanaman padi membutuhkan hara N sekitar 17,5kg, P. seanya 3 kg dan K sebanyak 17kg. agar pemberian pupuk dapat efektif dan efisien penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan mengukur tingkat kehijauan warna daun (BWD). Pemupukan P dan K disesuaikan dengan hasil analisis status hara tanah sawah dan kebutuhan tanaman.

Kisaran dosis pemupukan berdasarkan Permentan N0.40/OT.140/4/2007

  1. Apabila menggunakan pupuk tunggal

Pupuk Tanpa Organik dengan Jerami :

5 ton/ha dengan organic 2 ton/ha

Urea :  250-350     230-330    200-250

SP36 :  50-100      50-100       25- 75

Kcl    :  50-100       0-50           30-80

  1. Apabila menggunakan kombinasi pupuk tunggal dan pupuk majemuk Phonska

Pupuk Dosis kg/ha :

Phonska  : 200      250       300

Urea        : 185-285    170-270   150-250

Sp36        : Kurang 15 s/d surplus P    Surplus P    Surplus P

Kcl          : Kurang 50 s/d cukup K    Kurang 40 s/d Surplus K    Kurang 35 s/d Surplus K

  1. Anjuran waktu pemupukan
    –    Pemupukan I : umur 0-14 hari setelah tanam
    –    Pemupukan ke II : umur 21-28 hari setelah tanam
    –    Pemupukan ke III : umur 35 hari setelah tanam hingga primordial            Penulis adalah staf peneliti pada BPTP Maluku

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *