Penambang Asal Lombok Tewas Dibacok di Gunung Botak

by
Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak Kabupaten Buru kembali menelan korban jiwa. Seorang penambang asal Desa Dasan Suman Kecamatan  Pringahata Kabupaten  Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Marjun (30 tahun) tewas dibacok orang tak dikenal (OTK) dengan  menggunakan parang di Kamp Anahoni, lokasi tambang Gunung Botak, Rabu (21/2) dinihari. Korban tewas dengan luka mengenaskan di bagian  lehernya. Jenazah Marjun dievakuasi  ke Puskesmas Waekasar Kecamatan Waeapo, kemudian dibawa lagi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Namlea.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com mengungkapkan, menurut saksi Marjuki, kakak kandung korban, peristiwa pembunuhan itu terjadi setelah  korban menambang secara manual dengan cara mendulang pada   Rabu (21/2) dinihari sekitar pukul 02.00 WIT di tambang emas Gunung Botak.

BACA JUGA : Kapolres Buru dan Dandim Dihadang Ratusan Penambang Ilegal Gunung Botak

Pada saat itu korban sementara memasak nasi dekat tungku, kemudian korban duduk untuk  mencuci tangannya tiba-tiba datang pelaku mengunakan sebilah golok (parang) dan langsung menebas leher bagian belakang korban hingga nyaris putus.  “Karena gelap saksi tidak dapat melihat secara jelas pelaku mengayunkan sebilah golok sehingga pelaku bisa melarikan diri dan korban langsung meninggal di TKP,” kata Ohoirat.

Menurut Ohoirat, pada  pukul 04.00 WIT jenazah Marjun dievakuasi dari TKP ke unit 18 di Pusksemas Waekasar untuk selanjutnya dibawa ke RSU Namlea. Ohoirat mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, pelaku pembacokan satu orang yang  tak dikenal. Setelah kejadian ini, aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan kasus pembunuhan di lokasi Tambang Gunung Botak.

“Motif  pembunuhan  belum diketahui. Tindakan polisi  membuat laporan polisi,  melakukan visum et evertum di RSU Namlea  dan menatangi TKP,” kata Ohoirat. Jenazah direncanakan akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Lombok Tengah oleh keluarga korban. (ADI)