Penambangan Emas Ilegal di Gunung Botak Marak Lagi

by
Material mengandung emas di lokasi tong di Kabupaten Buru yang ditemukan tim terpadu.

NAMLEA-Aktivitas penambangan emas secara ilegal di lokasi tambang Gunung Botak Kabupaten Buru mulai marak lagi. Ratusan penambang ilegal dari berbagai daerah kini memadatai kawasan Gunung Botak, lokasi tambang emas itu. Tim terpadu dari aparat TNI/Polri, pemerinah daerah dan LSM yang menggelar patroli pada Rabu (2/11), menemukan maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak.Tim terpadu ini dibentuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk mengawasi aktivitas tambang ilegal di kawasan itu.
Tenda – tenda yang sebelumnya dibakar aparat TNI saat penutupan lokasi tambang emas pada medio November 2015, kini dibangun lagi oleh penambang ilegal. Tenda yang dibangun penambang ilegal di kawsan Gunung Botak diperkirakan berjumlah lebih dari seratus tenda. Di lokasi ini, ratusan penambang ilegal melakukan aktivitas penambangan emas dengan sistem karpet. Material yang mengandung emas dari Gunung Botak langsung dibersihkan diatas karpet tersebut. “Kami menemukan maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak, ini sangat memprihatinkan karena jumlah penambang ilegal yang beraktivitas di Gunung Botak banyak sekali,” kata Ketua LSM Parlemen Jalanan Buru, Ruslan Arif Soamole saat menghubungi Terasmaluku.com, Kamis (3/11).
Ruslan yang biasa disapa Ucok menduga, aktivitas penambangan emas ilegal itu mulai ramai sebulan terakhir ini. Ucok menyesalkan aktivitas penambangan ini terjadi tak jauh dari pos pengamanan terpadu yang melibatkan aparat TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja serta unsur Pemprov Maluku. Padahal menurut Ucok, pos pengamanan itu dibentuk pemerintah untuk mencegah aktivitas penambangan emas secara ilegal di Gunung Botak. “Pertanyaannya kenapa ratusan orang bisa masuk ke Gunung Botak dan melakukan aktivitas penambangan secara ilegal, disaat lokasi tambang sudah ditutup. Padahal di lokasi tambang ada pos aparat keamanan yang bertugas menjaga agar tidak ada aktivitas penambangan,” kata Ucok.
Ia berharap pimpinan TNI dan Polri serta Gubernur Maluku Said Assagaff bisa mengambil tindakan tegas terhadap masalah ini, sehingga aktivitas penambangan secara ilegal di Gunung Botak tidak meluas lagi. Seperti diketahui lokasi tambang emas di Gunung Botak Kabupaten Buru sejak medio November 2015 resmi ditutup aparat keamanan atas keputusan Gubernur Maluku. Penutupan ini dilakukan untuk penataan di kawasan Kali Anahoni, sekitar lokasi tambang Gunung Botak yang tercemar limbah sianida dan mercuri hasil penambangan emas ilegal. Selain di Gunung Botak, tim terpadu juga menemukan maraknya aktivitas tambang emas dengan pengolahan sistem tong dan tromol di sejumlah lokasi di Kecamatan Waeapo, Kecamatan Lolong Guba dan Gogorea Kabupaten Buru. Pengolahan dengan sistem tong ini sangat berbahaya bagi lingkungan karena limbahnya dibuang begitu saja. (ADI)