Pencarian Korban Hilang di Laut Pulau Banda Akibat Kapal Nelayan Tenggelam Dilanjutkan

by
Proses pencarian korban hilang insiden kapal nelayan tenggelam di perairan Pulau Banda. Foto : Tangkapan layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Operasi pencarian Herson Launga, korban hilang di perairan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah akibat kapal nelayan tenggelam kembali dilanjutkan Minggu (8/8/2021).

Sebagaimana diketahui, insiden naas tenggelamnya kapal nelayan yang dinahkodai oleh Herson yang juga pemilik kapal itu terjadi sehari sebelumnya tak jauh dari lokasi yang dikenal masyarakat Banda dengan Tanjung Karing Sabtu (7/8/2021) pagi usai menjaring ikan di perairan Pulau Banda sekitar lokasi itu.

Namun, naasnya, akibat gelombang tinggi, kapal nelayan yang biasanya disebut masyarakat Banda dengan sebutan motor bobo berABK 28 orang tersebut tenggelam dan Herson masih belum ditemukan.

BACA JUGA : Kapal Nelayan Banda Tenggelam, Satu ABK Meninggal Dunia, Kapten Masih Belum Ditemukan

BACA JUGA : Begini Kronologi Tenggelamnya Kapal Nelayan di Perairan Pulau Banda

Kepala Basarnas Ambon, Mustari

Kepala Basarnas Ambon, Mustari menjelaskan operasi SAR hari kedua ini Tim SAR Gabungan dibagi dalam regu pencari.

Proses pencarian dimulai sekitar pukul 08:00 WIT Minggu pagi.

Unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian ini diantaranya, Basarnas Banda, Polsek Banda, Koramil Banda, Polairud Banda, dan Masyarakat sekitar.

“Pencarian korban hilang ini menggunakan RIB 07 Basarnas Banda, Kapal Patroli PSDKP Napoleon 105, dan longboat masyarakat,”jelasnya di Ambon, Minggu.

Di hari kedua pencarian, dibagi dalam dua regu untuk menyisir titik lokasi sekitaran lokasi tenggelamnya kapal.

“SRU (SAR Rescue) 1 pada pukul 08:00 WIT menggunakan RIB 07 melakukan pencarian dengan jarak 4NM, 33,28 derajat arah Timur Laut dari lokasi kejadian, sementara SRU 2 menggunakan longboat masyarakat melakukan pencarian dengan jarak kurang lebih 2NM, Heading 83,23 derajat arah Timur,”tandasnya.

Kondisi cuaca di area pencarian lanjut Mustari hujan ringan dengan kecepatan 5 hingga 20 knots dan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter. (Ruzady)