Pending Bangun Rumah Murah, Pengembang Wajib Sanggupi Lima Rekomendasi    

by
Proyek pembangunan rumah murah di Kusu-Kusu Kecamatan Nusaniwe dipending selama sebulan menunggu pihak pengembang menuntaskan proses administrasi yang belum lengkap Jumat (22/3). FOTO: Dok.DPRD Kota

TERASMALUKU.COM – Pengembang rumah murah di Kusu-Kusu kecamatan Nusaniwe mau menunda pembangunan selama sebulan. Proyek tersebut baru kembali berjalan usai memenuhi lima rekomendasi yang dirumuskan DPRD Kota Ambon pada rapat tertutup Jumat (22/3).

Usai ada pemberhentian pembangunan, Direktur Utama PT. Matriecs Cipta Anugerah Maya Beatriecs Kailola penuhi panggilan bersama dinas terkait di Kantor DPRD Kota Ambon, Jumat. Pemanggilan itu untuk menjernihkan kembali masalah ijin dan administrasi yang belum rampung. Dalam rapat tersebut DPRD Kota Ambon mengeluarkan lima rekomendasi kepada pengembang untuk dipenuhi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon Yusuf Wally kepada wartawan mengatakan, rekomendasi yang di keluarkan DPRD yakni pengembang harus menyelesaikan Administrasi, Dinas terkait harus melakukan pengawasan ketat terhadap pra rekonstruksi, komisi harus turun meninjau langsung, urusan sekretaris bendahara dengan bapekot harus segera selesai dan pengembang harus menyelesaikan seluruh administrasi pembangunan MBR.

“Kita pending pembangunan MBR sampai satu bulan kedepan untuk kita evaluasi bersama,” kata Yusuf. Saat ditanya soal rapat yang dilakukan tertutup, kata Yusuf, mereka menginginkan agar dapat berbicara yang jujur. “Bicara jujur ini kita mau salahkah PUPR kah, PRKP, atau pengembang, karena kita ingin yang baik untuk investasi disini,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, dalam pembangunan rumah MBR itu harus mempertimbangkan efek samping untuk di lingkungan. Jangan melakukan pembangunan di kawasan hutan lindung. “Ada penyangga yang tidak boleh dibangun yakni hutan lindung,” katanya.

Direktur Utama PT. Matriecs Cipta Anugerah Maya Beatriecs Kailola mengatakan, siap menyanggupi lima rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Kota Ambon terhadap pembangunan rumah MBR. “Saya menyanggupi itu, dan memang saya harus menyelesaikan hal tersebut,” kata Kailola. (ALFIAN SANUSI)