Peneliti LIPI : Avtur Tumpah Teluk Ambon Tercemar

by
Corry Manullang, peneliti LIPI mengkhawatirkan tumpahan avtur bisa merusak vegetasi di Teluk Luar Ambon. FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Avtur yang tumpah di sungai Wayame Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon kini telah tersebar di laut. Petugas Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Wayame pun telah melakukan upaya melokalisir dan memacah minyak agar tidak berimbas pada pencemaran. Meski begitu sebagian tumpahan minyak ada yang sudah terlanjur menyebar.

Warga mengambil tumpahan minyak di Pantai Wayame Ambon

Apalagi hingga, Kamis (16/8/2018) siang, aliran minyak masih mengucur keluar. Peneliti LIPI Ambon pun angkat bicara. Tumpahan minyak dikhawatirkan berdampak panjang bagi vegetasi dan biota laut yang ada di teluk dalam. “Pada dasarnya kalau minyak tumpah pasti berdampak sekali. Sudah pasti tercemar. Ada jangka panjang dan pendek,” ungkap Corry Manullang Peneliti Pencemaran Ekotoksikologi LIPI Ambon kepada Terasmaluku.com, Kamis (16/8/2018) siang.

Loading...

Minyak yang tersebar di permukaan laut berdampak langsung pada plankton plakton. Beberapa tanaman laut seperti rumput laut pun bakal kesulitan berfotosintesis. Minyak yang menempel pada permukaan rumput laut akan menghalangi proses fotosintesis. Tak hanya itu, Corry menuturkan mangrov pun terancam kelangsungannya. Akar mangrove yang tertutupi minyak bisa membusuk. “Minyak itu pekat jadi bisa berdampak panjang. Tapi untuk memastikan kami harus liat kandungan air laut di lokasi,” jelas alumnus Magister Ilmu Lingkungan laut La rocelle itu.

Sesuai ketentuan nasional ambang batas pencemaran air laut dapat ditakar melalui kandungan hidrokarbon. Saat ini pihak LIPI belum mengambil sampel. Pasalnya belum tersedia alat pengukur hidrokarbon. Namun dalam waktu dekat LIPI bakal turun ke lapangan untuk memastikannya. Corry menegaskan pihak Pertamina harus segera mengambil tindakan agar tidak berdampak panjang. Penggunaan zat pelarut minyak pun diupayakan yang non kimia yang ramah lingkungan.

Sementra itu Saiful Marasabessy dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku mengatakan tumpahan avtur di perairan Teluk Ambon itu masih bisa dikendalikan. Menurutnya minyak jenis avtur masih dalam kategori ringan. “Fraksinya lebih ringan. Beda kalau solar seperti yang kami takutkan. Artinya kerusakannya bisa diminimalisir,” papar Kepala Seksi Pemberdayaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku saat ditemui di ruangnnya.

Saat terjadi tumpahan pihaknya langsung ke lokasi untuk pengecekkan dan ditemukan beberapa ikan masih bisa berenang dengan normal di area air sungai yang terkena tumpahan avtur. Artinya indikasi kerusakan jangka pendek cukup kecil.  Lokasi tumpaan merupakan kawasan Teluk Luar Ambon.

Sirkulasi air dan arus dari Laut Banda yang masuk ke teluk dinilainya cukup membantu pertukaran dan menghanyutkan minyak yang terperangkap di dalam teluk.  Meski begitu pihak perikanan telah menyurati pertamina untuk melakukan pertemuan guna membahas secara detil pemyebab tumpahnya minyak. “Setelah itu baru kami ambil keputusan selanjutnya,” terang Saiful. (BIR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *