Peneliti : Proyek Maluku Sebagi LIN Harus Rangkul Nelayan Kecil

by
Ilustrasi - Nelayan tradisional. ANTARA/HO-KKP

TERASMALUKU.COM,-JAKARTA-Peneliti dari Destructive Fishing Watch (DFW) Subhan Usman mengingatkan agar proyek Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional mesti merangkul nelayan kecil di provinsi Maluku maupun Maluku Utara.

“Maluku Lumbung Ikan Nasional mesti merangkul atau menginklusi nelayan kecil dan lokal yang merupakan 99 persen pelaku usaha perikanan di Maluku dan Maluku Utara,” kata Subhan Usman dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Menurut dia, proyek tersebut harus dilihat sebagai sebuah sistem dengan laut Maluku sebagai lingkungannya.

Subhan memaparkan bahwa sistem hadir untuk menyederhanakan lingkungan guna mereduksi kompleksitas yang ada selama ini, yang antara lain meliputi penangkapan, pengolahan, pemasaran dan konservasi laut.

Ia berpendapat bahwa pengalaman pembangunan infrastruktur perikanan periode sebelumnya yang kurang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, menyebabkan hasil pembangunan meninggalkan infrastruktur fisik tidak selesai atau mangkrak.

Dalam pembangunan Maluku Lumbung Ikan Nasional, masih menurut dia, pemerintah pusat diharapkan menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat nelayan dan dilakukan secara inklusif, serta hasil perikanan tidak semata-mata untuk penuhi kebutuhan ekspor tapi juga untuk mencukupi kebutuhan pangan dan protein masyarakat Maluku dan Maluku Utara.

Artinya, lanjutnya, Lumbung Ikan Nasional tidak hanya menjadi proyek mercusuar pemerintah pusat dan investor tapi juga menjadikan pemerintah daerah dan nelayan lokal sebagai subyek dan pelaku utama.

Sebelumnya, KKP telah meluncurkan Gerai Ikan Segar yang berlokasi di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon sebagai upaya guna mendukung terwujudnya Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan KKP Lilly Aprilya Pregiwati menyatakan bahwa gerai ini bertujuan untuk membuka pasar bagi para nelayan dan pembudidaya ikan untuk menjual ikannya, menyediakan berbagai jenis ikan konsumsi yang bisa diperoleh masyarakat mulai dari ikan hidup, ikan segar serta berbagai jenis olahan ikan.

“Kehadiran gerai ini diharapkan dapat memfasilitasi para nelayan, pembudidaya di sekitar Kota Ambon untuk mempermudah akses pemasaran produk perikanannya,” ujarnya.

Lilly juga mengutarakan harapannya agar kehadiran gerai ini bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ikan segar maupun olahan ikan yang bermutu serta higienis dengan harga terjangkau.

Selain itu, ujar dia, gerai ikan tersebut juga akan menjadi bagian dari kawasan spot wisata bahari yang tengah dikembangkan oleh BP3 Ambon.

Hal tersebut, lanjutnya, tak lain bermanfaat untuk mendukung program LIN, yang mengembangkan Provinsi Maluku sebagai pusat ekonomi baru di Kawasan Timur (KTI) dan Indonesia.

“Keberadaan gerai ikan segar ini dalam rangka mendukung Maluku sebagai LIN dan menjadi pilihan alternatif yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Maluku dan Kota Ambon,” ucapnya.

Pewarta : M Razi Rahman/Antara
Editor : Faisal Yunianto