Penembakan Misteris di Nusalaut, Satu Warga Tewas Tertembak

by
Jenazah Korban Penembakan Dibawa ke RSUD Ambon, Selasa (17/5).

AMBON-Aksi penembakan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terjadi di Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku. Seorang warga Desa Abubu Kecamatan Nusalaut Kabupaten Malteng, Kalvin Aunalat (19) tewas ditembak pada Senin (16/5) sekitar pukul 19.30 WIT. Kalvin mengalami luka tembak di punggung bawah kiri.
Lokasi penembakan berada di perbatasan antara Desa Abubu dan Desa Titawae. Jenazah Calvin, Selasa dinihari dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui Ambon untuk kepentingan otopsi.
Selain menewaskan Kalvin, penembakan beruntun itu juga melukai Welem Parihala (17) pelajar SMK Negeri 1 Kelautan Nusalaut. Ia dilarikan ke RSU Saparua akibat luka tembak di ketiak kirinya.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pulau Ambon dan Pulau – Pulau Lease, AKP Bachri Hehanussa menyatakan, korban tewas tertembak oleh OTK di perbatasan antara Desa Abubu dan Desa Titawae.
Saat itu korban bersama rekannya, Welem Parihala, dengan menggunakan sepeda motor hendak menuju ke Desa Titawe untuk menelepon, karena di desa mereka tidak ada jaringan telepon.
Namun di tengah jalan antara dua desa itu, ada palangan dengan menggunakan pohon kelapa. Korban dan rekannya turun dari sepeda motor mengangkat palangan tersebut.
“Saat itulah korban ditembak oleh orang tak dikenal.Pelaku juga menembak rekan korban. Menurut keterangan saksi yang juga korban, penembakan itu dilakukan berkali-kali,” kata Bachri.
Korban Welem selamat setelah berpura-pura meninggal dunia. Dengan luka tembak, Welem kemudian lari menyelamatkan diri dan bersembunyi di semak-semak ketika pelaku penembakan sudah tidak berada di tempat.
Bachri menyatakan, di lokasi kejadian aparat Polsek Nusalaut sudah mengamankan empat butir selongsong peluru jenis kaliber 5,5. Untuk mengsut kasus penembakan ini, Polres Pulau Ambon dan Polda Maluku sudah menurunkan timnya ke lokasi.
Jenazah Kalvin seharusnya diotopsi di RS Bhayangkara Polda Maluku, namun karena dokter spesialis otopsi berada di luar Ambon, jenazahnya terpaksa dibawa ke RSUD Dokter Haulussy Ambon untuk dimasukan di lemari pengawet jenazah. “Otopsi baru bisa dilakukan Rabu atau Kamis ini, karena ternyata di Maluku hanya ada dua dokter otopsi yang lagi berada di luar Ambon. Untuk sementara jenazah dimasukan ke lemari pengawetan jenazah RSUD Ambon,” katanya. Pihak keluarga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Karena sebelumnya, terjadi kasus pembunuhan di hutan kawasan itu. ADI