Penerbangan Komersial Stop Sebulan, Hanya Ada 5 Pengecualian Ini

by
Sesuai Permenhub RI Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang larangan mudik selama pandemi seluruh penerbangan komersil dihentikan hingga 31 Mei 2020, (26/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Bandara Pattimura Ambon secara resmi menghentikan layanan penerbangan komersial dan carter sejak 24 April  hingga 31 Mei 2020. Namun ada beberapa pengecualian penerbangan yang boleh dilakukan.

Larangan ini berkaitan dengan aturan baru pemerintah yang melarang siapapun untuk mudik selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Shared Services and CSR Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Pattimura Ambon, Adiya Wibisono Suwardie menyebut hal itu tertuang dalam Permenhub Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Namun bandara-bandara Angkasa Pura I akan tetap beroperasi untuk melayani penerbangan kargo atau penerbangan yang mengangkut logistik,” terang Aditya kepada Terasmaluku.com, (25/4/2020).

Hanya penerbangan kargo atau yang melayani pengiriman barang yang boleh diloloskan. Meski begitu dia menyiratkan ada beberapa pengecualian yang mendasar dalam pemberlakuan atruan ketat penerbangan itu.

Loading...
  1. Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu/wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional.
  2. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) pemulangan WNI maupun WNA.
  3. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.
  4. Operasional angkutan kargo (kargo penting dan esensial). Pesawat konfigurasi penumpang dapat digunakan untuk mengangkut kargo di dalam kabin penumpang (passenger / cabin compartement) khusus untuk pengangkutan kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi serta pangan.
  5. Operasional lainnya dengan seijin dari Menteri dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Untuk diketahui maskapai yang melintas di Maluku seperti Garuda, Lion, Sriwijaya, Susi, Batik dan Wings. Serta yang lintas provinsi ada maskapai Garuda, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya dan Wings.

Maskapai-maskapai ini tanpa terkecuali berhenti peroperasi total hingga batas yang ditetapkan di atas. Masyarakat yang berencana keluar daerah pun harus mengurungkan niat hingga satu bulan kedepan. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *