Pengangkatan Saniri Negeri Sepihak, Warga Pasanea Demo Camat Seram Utara Barat

by
Puluhan warga Negeri Pasanea berunjukrasa di depan Kantor Camat Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Senin, (15/3/2021). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Puluhan warga Negeri Pasanea berunjukrasa di depan Kantor Camat Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Senin, (15/3/2021).

Warga yang berunjukrasa tergabung dalam mata rumah Wimbah Latu dan mata rumah Wamah. Protes warga ini karena Camat Seram Utara Barat, Abdul Mujid Tuanakotta mengangkat Saniri Negeri Pasanea tanpa penujukkan dari mata rumah-mata rumah adat di negeri tersebut.

“Kami mata rumah Wimbah Latu merasa dirugikan atas diangkatnya saniri negeri Pasanea oleh Camat,” kata Oyang Salaputa warga Negeri Pasanea yang dihubungi Terasmaluku.com dari Ambon.

Oyang mengatakan aksi demo ini dilakukan karena pengangkatan saniri negeri tidak sesuai Peraturan Bupati (Perbub) No 4 tahun 2006, tentang pedoman saniri negeri atau BPN.

Yang mana kata Oyang pada Pasal 25 ayat 1, bahwa dalam PAW anggota atau badan saniri negeri dilakukan apa bila meninggal dunia, permintaan  serta tidak memenuhi syarat yang ditetapkan.

Di ayat dua dari pasal tersebut juga mengatur tata cara PAW anggota atau pimpinan saniri negeri. Sementara di ayat ketiga diatur lebih ke aturan tata tertib saniri

“Dari aturan yang ada, kami melihat Camat Seram Utara Barat telah melangkahi dan telah sepihak melakukan PAW anggota badan saniri Negeri Pasanea. PAW Saniri itu tanpa ada musyawarah dari mata rumah adat. Serta tidak ada surat pengantar dari pejabat sebagai kepala pemerintah negeri,” jelas Oyang.

Oyang bilang, dalam aksi itu ada empat tuntutan dari mereka. Pertama pendemo berkesimpulan bahwa camat setempat tidak menghormati serta menginjak tatanan adat negeri. Kedua, pendemo meminta Camat bertanggung jawab bila terjadi gangguan Kamtimbmas.

BACA SELANJUTNYA