Pengedara Sepeda Motor di Tual Tewas Ditabrak Mobil, Kapolres : Tes Urine Tersangka Positif Narkotika

by
Kapolres Malra AKBP Indra Fadillah Siregar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di Jalan Dr. Leimena, Simpang Empat Kantor Pegadaian Kota Tual, Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 23.15 WIB. Sebuah mobil honda yang dikemudikan Ruslani Rahayaan menabrak sepeda motor honda yang dikendari Diven Smile Domakubun. Korban Diven tewas dalam peristiwa ini.

Informasi yang diperoleh dari Terasmaluku.com dari Polres Maluku Tenggara (Malra) menyebutkan peristiwa ini terjadi, saat mobil yang dikendari Ruslani datang dari arah Werhir menuju simpang empat Kantor Pegadaian Tual dan hendak berubah arah menuju kompleks Harimau Putih Werhir.

Pada waktu bersamaan datang dari arah SKB UN menuju Werhir. Sampai di simpang empat, tepatnya di depan Gapura Harimau Putih, mobil yang dikendari Ruslani berbelok arah dan menabrang sepeda motor yang dikendarai Diven. Korban yang terjatuh dengan sepeda motornya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Karel Satsuit Tubun Langgur. Namun korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kapolres Malra AKBP Indra Fadillah Siregar yang dikonfirmasi Terasmaluku.com dari Ambon, Sabtu (22/2/2020) menegaskan pelaku tabrakan sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres  sehari setelah peristiwa terjadi. “Pelaku tabrakan sudah ditangkap dan ditahan sejak Kamis 20 Februari 2020,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan untuk  perkara pidana Laka Lantas tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU Nomor  22 Tahun 2009. “Untuk penanganan perkara Laka Lantas dalam tahapan penyidikan, pengumpulan alat bukti, memeriksa empat saksi dan menyita barang bukti satu unit mobil dan satu unit sepeda motor,” jelas Kapolres.

loading...

Kapolres menegaskan, selain menangani perkara Laka Lantas, pihaknya juga mendamai dugaan kasus narkotika terhadap mantan Ketua KNPI Malra itu. Karena Menurut Kapolres, hasil pemeriksaan urine Ruslani yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Malra dibantu dr. Rivai Kabalmay usai kecelakaan, ternyata positif metamfetamin, amfetamin yang memiliki kandungan narkotika.

“Tes urine telah dilakukan pasca kecelakaan dengan hasilnya positif metamfetamin, amfetamin (kandungan narkotika). Nah ini perlu didalami lebih lanjut,” ungkap Kapolres.

Dilansir dari laman resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Amfetamin merupakan kelompok obat yang merangsang sistem saraf pusat dan dapat mempengaruhi kinerja otak. Amfetamin atau amfetamina (AP) dapat menyebabkan penggunanya menjadi ketagihan.

Dalam artikel yang diunggah BNN, (4/3/2011) ini, Amfetamin dinyatakan sebagai obat-obatan terlarang karena dapat merugikan pemakainya. Bahkan, kepemilikan obat ini juga dilarang oleh undang-undang.

Sedangkan metamfitamin lebih umum disebut dengan nama Shabu, merupakan senyawa turunan dari amfetamin dan efendrin. Walau bisa dijadikan obat untuk penyakit tertentu, pemakaian obat jenis metamfitamin tidak boleh sembarangan (ADI/MERDEKA.COM)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *