Pengolahan Emas Ilegal di Buru, Empat Sapi Mati Tak Jauh Dari Tong Sianida

by
Salah satu ekor sapi yang ditemukan mati di Dusun Walmede Desa Kubalahin Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru pada Minggu (20/8) FOTO : IST

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Empat ekor sapi milik warga ditemukan mati di  Dusun Walmede Desa Kubalahin Kecamatan Lolong Guba  Kabupaten Buru pada Minggu (20/8).  Hewan ternak itu ditemukan mati tak jauh dari lokasi pengolahan emas ilegal   dengan sistem tong berbahan kimia siandia milik Komar  di Desa Wabloy Kecamatan Lolong Guba.

Informasi yang diperoleh Terasmaluku.com, dari sejumlah warga di Kota  Namlea, Senin (21/8) menyebutkan, empat ekor sapi yang  mati itu  milik Frain Solisa dan Walmede Dahlan Besan. Menurut warga, limbah sianida  dari kolam penampungan meluap dan meluber hingga   lahan pertanian milik warga di Dusun Walmede.

Loading…

“Diduga empat sapi yang mati bersamaan itu karena  keracunan bahan kimia siandia dari limbah pengolahan emas sistim tong itu,” kata warga. Apalagi menurut warga, sapi – sapi tersebut tidak  sakit dan tidak ada tanda – tanda kekerasan di tubuhnya  saat mati. Diduga material yang diolah di tong sianida milik Komar diambil dari Gunung Botak.

Wakapolres Pulau Buru Komisaris Irvan Reza membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, jajaran Reskrim dan Polsek Waeapo sudah mengecek ke lokasi. Namun  Reza mengungkapkan, lokasi matinya empat ekor sapi berjarak sekitar 3 kilometer dari pengolahan emas sistem tong sianida milik Komar.

“Kami sudah turunkan tim ke sana, tapi saya belum dapat laporan resmi hasilnya seperti apa, tapi menurut informasi dari anggota, lokasinya sekitar tiga kilometer dari tong milik haji Komar,” kata Irvan yang saat dihubungi mengakui berada di Jakarta ini.

Lepas dari penyebab matinya empat ekor sapi itu, Irvan meminta Dinas ESDM Maluku untuk kembali  menggelar razia tong dan rendaman di dataran Waeapo dan Gunung Botak. Karena menurutnya, saat ini marak lagi pengolahan emas sistem tong dan rendaman menggunakan cairan kimia.

Pengolahan emas sistem tong sianida adalah cara mendapatkan, memisahkan material emas dan memurnikan emas di dalam tong. Dengan cara ini, material tanah  bercampur emas dimasukan ke dalam tong berisi sianida atau warga setempat menyebut, rebus material tanah bercampur emas dengan bahan kimia sianida.

Cari ini dinilai sangat cepat untuk mendapatkan emas namun memiliki dampak buruk bagi lingkungan.  Karena kolam penampung limbah sianida  bisa meluap ke lingkungan sekitarnya.  (ADI)